Status lahan belum jelas, warga Kintom resah

0
203

LUWUK – Warga di Desa Tangkiang, Uling , Padang dan Kalolos di Kecamatan Kintom kini mulai resah  setelah status lahan mereka seluas 646 hektar yang rencananyan akan dibebaskan untuk pembangunan dermaga pelabuhan kawasan industri gas, belum jelas.

Warga mempertanyakan kejelasan lahannya kepada LNG Energi Utama  dan Pemda Banggai setelah melakukan pengkajian AMDAL pada tahun 2005. Pasalnya, hingga kini lahan yang diklaim akan dibeli oleh pihak perusahaaan seluas 646 hektar tersebut, tidak lagi dipergunakan oleh warga sebagai lahan perkebunan.

Keresahan warga ini dikuatkan dengan adanya pernyataan pemerintah pusat yang menyebut bahwa sesuai dengan site plan yang dimiliki oleh PT. LNG EU,  pembangunan industri seperti pelabuhan dengan biaya pemerintah pusat ditempatkan di desa Tangkian, menthanol di Desa Padang, pabrik pupuk di Desa Uling dan PLN di Desa Kalolos.

Warga mengaku, setelah dilakukan hasil pengkajian AMDAL oleh lembaga akademik dari ITB dan ITS pada tahun 2005, hingga saat ini pihak perusahaan tidak lagi memberikan informasi kepada masyarakat tentang status lahan warga yang di kapling seluas 646 hektar yang rencananya akan di bangun dermaga pelabuhan dan pembangunan pabrik indutri lainnya.

“Pada tahun 2002 PT.LNG EU saat melakukan sosialisasi dan berencana melakukan pengkajian AMDAL di Kecamatan Kintom, mengatakan bahwa lahan warga yang berada di empat desa tersebut akan dilakukan pembangunan industri dan pelabuhan dermaga penampungan gas. Bahkan pada saat survey simetik yang dilakukan di empat desa Kecamatan Kintom, sudah memenuhi 14 standar persyaratan pemenuhan AMDAL sesuai dengan tat ruang AMDAL.  Dan bahkan AMDALnya sudah keluar dan disetujui bersama pemerintah pada tahun 2005,’’ kata Salah satu warga desa padang, Usman Idan, salah seorang warga Kintom kepada beritapalu.com, yang juga dibenarkan oleh mantan Humas PT.LNG UE Jahidin, saat ditemui di Desa Padang beberapa hari yang lalu.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here