Harga melewati HET Satpol PP kembali razia minyak tanah

PALU  – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Palu,  Selasa siang kembali merazia sejumlah pengecer minyak tanah di Kota Palu. Untuk kedua kalinya razia ini dilakukan menyusul makin melambungnya harga minyak tanah di tingkat pengecer .

Razia yang dilakukan Satpol PP Kota Palu ini setelah pihak pemerintah kota menerima keluhan semakin tidak terkendalinya harga minyak tanah  hingga melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan Pemprov Sulteng.

Di beberapa lokasi yang didatangi , Satpol PP menemukan pengecer yang menjual harga diatas HET. Di Jalan  Tombolotutu misalnya, Satpol PP menemukan pengecer menjual minyak tanah dengan harga Rp6000. Bahkan, di jalan Samratulangi, SlametTriady dan Dr. Sutomo, pengecer menjual minyak tanah hingga Rp9000. Akibatnya, pihak satpol PP menyita ratusan liter minyak tanah dari berbagai pengecer.

“Harga jual minyak tanah sebelumnya, di tingkat pengecer masyarakat Kota Palu hanya berkisar Rp.5000 hingga Rp.6000 perliternya. Namun kurun waktu seminggu terakhir ini harga di tingkat pengecer melonjak tinggi di atas kisaran Rp 7000 / Rp 9000 perliternya,” keluh Abdul Aziz (52), seorang warga yang ditemui beritapalu.com.

Pantauan beritapalu.com, kenaikan harga minyak tanah di Kota Palu ternyata tidak terjadi secara menyeluruh. Di beberapa tempat harga minyak tanah sama sekali tidak mengalami kenaikan, tetap pada kisaran Rp2900 perliter.
Bertolak dari adanya kenaikan harga minyak tanah itu, maka pihak Satpol PP langsung turun ke lapangan dan melakukan razia di berbagai tempat penjualan minyak tanah yang ada di Kota Palu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palu Kasrun Tori mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap harga minyak tanah di kota Palu. Bahkan, pihaknya secara rutin melakukan razia minyak tanah hingga normal kembali.

“Jika ditemukan ada pengecer yang menaikkan harga di atas HET yang telah di tetapkan pemprov, maka minyak tanah tersebut akan disita dan pemiliknya dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pemeriksaan,” tegas Kasrun.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here