Polisi Pamong Praja sita minyak tanah

0
215

PALU – Ratusan liter minyak tanah disita Satuan Polisi Pamong Praja, Kota Palu Sulawesi Tengah,  Senin siang (21/06), dalam razia penertiban pengecer minyak tanah. Razia ini digelar, lantaran banyak pedagang pengecer yang menaikan harga dua kali lipat, hingga enam ribu rupiah per liter. Padahal harga eceran tertinggi hanya tiga ribu rupiah per liter.

Tidak satupun pedagang pengecer minyak tanah yang berusaha melakukan perlawanan  saat petugas polisi pamong praja menyita minyak tanah yang mereka jual. Penyitaan ini  dilakukan karena mereka menjual minyak tanah melebihi harga eceran tertinggi, yang hanya  sebesar tiga rupiah menjadi enam ribu rupiah per liter. Bahkan ada pula di antara mereka  menjual minyak tanah secara eceran tanpa izin dari instansi berwenang.

Razia penertiban pedagang eceran minyak tanah yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja  Kota Palu ini digelar lantaran banyaknya laporan masyarakat atas kenaikan harga  jual minyak tanah melebihi harga eceran tertinggi. Dalam razia senin siang polisi pamong  praja menggelar penertiban di sejumlah wilayah di Palu Selatan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kasrun Tori mengatakan, razia ini digelar, karena  banyaknya pengecer yang menjual minyak tanah dua kali lipat dari harga sebenarnya .  Harga awalnya hanya dua ribu sembilan ratus perliternya  namun para pengecer menjual  sampai enam ribu perliter bahkan ada yang menjual sampai tujuh ribu rupiah.
Operasi minyak tanah ini sendiri akan terus dilakukan hingga pasokan minyak tanah  menjadi normal. Selain untuk mencegah para pengecer minyak tanah yang nakal. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here