Published On: Sun, Jun 20th, 2010

YLK Sesalkan BPSK Tidak Dibentuk

Share This
Tags

PALU – Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sulteng menyesalkan sikap Pemkot Palu yang tidak membentuk Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dengan alasan jumlah kasus sengketa konsumen yang relative kecil dan akan menyerap anggaran cukup besar.

Penasehat YLK Sulteng Salman Hadianto, mengatakan jumlah sengketa konsumen cukup banyak terjadi di Kota Palu dan hampir semuanya tidak tercover oleh pihak terkait yang berkompeten menangani permasalahan sengketa yaitu Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Selain wadah yang belum terbentuk, juga akibat ketidaktahuan masyarakat awam akan hal tersebut.

“Jika pihak Perindagkop Palu mengatakan BPSK belum layak dibentuk, itu salah. Cukup banyak¬† sengketa yang terjadi dan tidak tercover akibat minimnya pengetahuan masyarakat. Jangan karena kasus yang dilaporkan cukup minim sehingga BPSK tidak dibentuk,” sanggah Salman, Minggu.

Dikatakannya, sosialisasi perlu dilakukan lebih gencar kepada masyarakat sehingga masyarakat yang notabene adalah konsumen mengetahui hak-haknya sebagai konsumen. Jika alasan yang dikemukanan pihak Perindagkop Kota Palu dikarenakan biaya operasional yang tinggi serta belum adanya sekretariat, hal tersebut bisa disiasati.

“Yang terpenting bagaimana hak-hak masyarakat sebagai konsumen itu terlindungi. Selama ini banyak konsumen yang hak-haknya dilanggar karena ketidaktahuan konsumen tersebut,” pungkas Salman. (***)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>