Published On: Fri, Jun 11th, 2010

Bank Mandiri Cabang Palu Latih 50 UMKM

Share This
Tags

Palu:Keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kota Palu selaku penggerak perekonomian mendapat perhatian pihak Bank Mandiri Cabang Palu dalam rangka memberikan dukungan pemberdayaan usaha dengan melakukan edukasi dan pelatihan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

“Sebanyak 50 pelaku UMKM kami latih agar mereka juga memperoleh peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dan kelembagaan usaha mikro yang diharapkan tumbuh pesat, kami tidak sekadar memberikan dukungan dalam penyediaan dana atau modal serta jasa keuangan saja,”tegas Abdul Razak, selaku Micro Business Bank Mandiri Wilayah Palu,Senin(7/6) saat ditemui disela-sela kegiatan pelatihan bagi UMKM di Hotel Swissbel.

Ia menjelaskan para pelaku UMKM mendapat sejumlah materi yang meliputi pengembangan usaha nasabah,administrasi keuangan sederhana dan sharing experience dari usahawan yang merupakan debitur mikro yang berhasil.

“Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola usaha, diharapkan dapat memacu usaha mikro untuk terus berkreativitas dan berinovasi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha,”ujarnya berharap.

Abdul Razak menyebutkan program edukasi dilaksanakan di 27 kota yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk Kota Palu dan ditargetkan lebih dari 1.000 usaha mikro debitur Bank Mandiri di seluruh Indonesia akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Tak hanya itu ia juga mengatakan sampai dengan saat sekarang terdapat 800 unit layanan mikro dan 165 kantor fungsional Mandiri Mitra Usaha yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka ini akan terus bertambah seiring dengan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung pengembangan usaha mikro.

“Selama tahun 2010 ini direncanakan pembukaan 200 kantor cabang pembantu Mandiri Mitra Usaha dan 300 kantor fungsional Mandiri Mitra Usaha,”urai Abdul Razak.

Dijelaskan pula, sampai dengan akhir tahun 2009, penyaluran kredit mikro Bank Mandiri telah mencapai Rp.5 triliun kepada lebih dari 400.000 usaha mikro atau meningkat sebesar 25,3% dari posisi tahun 2008 sebesar Rp.4 triliun.

Per 31 Desember 2009, kredit tumbuh 13,8% (year on year) atau sebesar Rp.24 triliun yaitu dari Rp.174,5 triliun menjadi Rp.198,5 triliun. Jumlah dana murah meningkat 13,7% atau sebesar Rp.22,5 triliun yaitu dari Rp.164 triliun menjadi Rp.186,5 triliun.

Selain itu, Net Interest Margin(NIM) mengalami penurunan 5,45% menjadi 5,22%. Cost Efficency Ratio (CER) membaik dari 42,3% menjadi sebesar 40,2%. Rasio Net NPL terjaga di level 0,42%. Sementara laba bersih mencapai Rp.7,2 triliun atau tumbuh 34,7% dari pencapaian periode yang sama tahun 2008 yang tercatat sebesar Rp.5,3 triliun. (Bal)

 

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: