Komunitas Mangroves Kota Palu Studi banding ke Parigi Moutong

0
36
Komunitas Mangrovers Kota Palu studi banding di Parigi Moutong, Minggu (10/6/2018). (Foto: Istimewa)

PARIGI MOUTONG, beritapalu | Sejumlah pegiat konservasi mangrove yang tergabung dalam Komunitas Mangrovers Kota Palu melakukan studi banding ke Kabupaten Parigi Moutong untuk mendalami ilmu konservasi mangrove, Minggu (10/6/2018).

Komunitas yang terbentuk tepat saat perayaan Hari Bumi Internasional 22 April 2018 lalu itu studi banding karena masih kurangnya literatur terkait bidang keilmuan pelestarian mangrove khususnya tanaman bakau.

Pada studi banding itu mereka menelaah tanaman mangrove mulai dari jenis substrat yang cocok sesuai jenis mangrove, proses pembibitan, penanaman hingga implementasi rekayasa teknologi.

Ketua Relawan Mangrove Teluk Tomini (ReMoTT) Hamzah Tjakunu menyambut ketibaan relawan Mangrovers Kota Palu untuk bersama-sama melihat langsung lokasi rehabilitasi mangrove selama 11 tahun di Desa Mertasari, Parigi.

Hamzah menjelaskan, untuk memastikan kelangsungan hidup mangrove, perlu dilakukan kajian, di antaranya mengetahui substrat lokasi, delta, mata pencaharian penduduk setempat hingga kajian lingkungan lainnya.

Substrat di daerah Parigi merupakan substrat yang sangat pas untuk ditumbuhi mangrove. Menurutnya, lebih dari 24 jenis dari 36 jenis mangrove di Indonesia bisa kita temukan di kawasan Parigi tersebut.

Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa substrat di Teluk Palu juga cocok untuk tanaman mangrove. Karena itu perlu implementasi dari rekayasa teknologi untuk penanaman mangrove di kawasan Teluk Palu yang dikenal memiliki ombak dan angin yang kencang.

Hamzah juga akan berbagi pengalaman terkait konservasi mangrove selama kurang lebih 21 tahun di Kota Palu pada saat perayaan Hari Konservasi Mangrove Internasional 28-29 Juli mendatang.

Sementara itu, Relawan mangrovers Kota Palu Reny Septiani berharap konservasi mangrove bukan hanya diminati oleh pemuda-pemuda pencinta alam atau bidang ilmu terkait, tetapi seluruh elemen masyarakat juga memiliki andil besar demi terciptanya pesisir yang lestari dengan kekayaan flora dan faunanya lewat mangrove. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.