Alissa Wahid: Kearifan Lokal Poso Bisa Jadi Kekuatan Indonesia

0
35

POSO, beritapalu | Kearifan lokal Poso yang antara lain tercermin dari semangat Tuwu Malinuwu ( saling menghidupi ),  Tuwu Siwagi ( saling menopang ), Sintuwu Maroso bisa menjadi modal besar bagi kekuatan membicarakan Ke-Indonesia-an.

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Whid (kiri) besama Direktur Institut Mosintuwu Lian Gogali pada diskusi Mencari Narasi Ke-Indonesiaan Perspektif Agama di Tentena, Poso, Selasa(5/6/2018).(Foto: Istitut Mosintuwu)

Hal itu antara lain menjadi kesimpulan dari diskusi terfokus yang dihadiri Putri sulung mantan presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur, Alissa Wahid dalam kunjungannya ke Poso, Selasa (5/6/2018).

Kunjungan Alissa Wahid yang adalah pendiri dan kordinator nasional Jaringan Gusdurian adalah untuk berdialog dengan para tokoh lintas agama di Dodoha Mosintuwu. Acara yang digelar dalam bentuk diskusi terfokus itu bertema mencari narasi ke Indonesiaan perspektif lintas agama.

“Kita membutuhkan narasi yang bisa memperkuat ke-Indonesia-aan di dalam masyarakat “ kata Alissa .

Hal ini menurut Alissa bukan hanya merespon fenomena intoleransi yang terjadi di Indonesia, namun juga karena penelitian Gusdurian yang menemukan meningkatnya sikap intoleransi di tengah masyarakat, khususnya kaum muda, yang bisa bermuara pada radikalisme.

“Dari hasil penelitian Gusdurian di Sulawesi Tengah, ekslusifisme yang berujung pada radikalisme ini terungkap lebih jelas dalam sikap remaja di Palu.  Gusdurian menemukan ada 14 anak remaja yang mengaku siap menjadi pembom bunuh diri. Dari jumlah itu, 3 orang mengaku sangat siap bom bunuh diri” lanjut Alissa.

Menurut Alissa, saat ini kelompok kelompok radikal jumlahnya memang masih kecil. Namun melihat pengaruh mereka di kalangan generasi muda, bukan tidak mungkin, dimasa mendatang ekslusivisme agama akan makin menguasai publik . Sebagai akibatnya Ke-Indonesia-an akan dihancurkan.

Savic Ali, aktivis 98 yang juga direktur NU Online, menguatkan mendesaknya kebutuhan untuk menguatkan ke – Indonesia-an. Menurutnya, kebangkitan kelompok radikal di Indonesia sudah sampai pada sikap melawan pemerintah dengan berusaha mengganti dasar negara.

“Bila di Indonesia kelompok ini memiliki senjata bisa sangat berbahaya”kata aktivis muda NU ini.

Dalam diskusi ini yang dihadiri 15 tokoh agama Islam, Kristen dan Hindu di Kabupaten Poso, dibahas bersama nilai dan akar kearifan lokal yang ada di Poso untuk menjadi kekuatan bersama membicarakan Ke-Indonesia-an. Berembuk bersama dengan para tokoh agama di Poso diyakini oleh Gusdurian sebagai langkah berbagi cerita baik untuk Indonesia.

Lian Gogali, direktur Institut Mosintuwu yang juga  anggota Gusdurian menceritakan cerita-cerita lama di Poso dimana antar agama Islam dan Kristen saling menolong bahkan saat konflik.

“Misalnya orang Kristen yang selamatkan kelompok pengungsi Islam di hutan yang hampir mati kelaparan, atau orang Islam di Sayo yang selamatkan ibu-ibu Kristen yang mau dibunuh kelompok Islam dari luar dengan memberikan jilbab dan berlindung di mesjid” demikian cerita Lian.  Lian memperkuat dengan cerita sejarah pertemuan awal Islam dan Kristen melalui Baso Ali dan Kruyt yang penuh damai dan saling mendukung penyebaran agama.

Narasi yang demikian antara lain perlu menjadi cerita baik Poso, demikian Alissa Wahid merespon.

Diskusi selama kurang lebih 5 jam ini mengalir dengan membicarakan nilai kearifan lokal Poso sebagai akar membicarakan ke-Indonesia-an sekaligus sebagai orang Poso. Para peserta mendiskusikan konsep Tuwu Malinuwu, Tuwu Siwagi dan Sintuwu Maroso . Disepakati bahwa narasi tersebut harus diperkuat dengan cerita keseharian masyarakat Poso yang saling menghidupi, saling menopang dan bekerja bersama-sama.

“Mari bercerita hal baik dari Poso untuk Indonesia termasuk soal perjuangan untuk mempertahankan tanah, membangun perdamaian” demikian ajakan bersama seluruh peserta di akhir diskusi terfokus. (afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.