BNNP Sulteng Tangkap Bandar Narkoba Beserta Pembantunya

0
28
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng Brigjen Pol. Andjar Dewanto (kiri) bersama Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 711/Raksatama Letkol Inf. Fanny Pantouw (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan terkait penggerebekan narkoba di Kantor BNNP Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (9/5). (Foto: bmzIMAGES)

PALU, beritapalu | Aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah (Sulteng) menangkap bandar narkoba yang beroperasi melakukan penjualan di wilayah Kota Palu. Tak hanya bandar, tiga pembantunya yang bertugas sebagai kasir dan marketing juga diringkus.

Kepala BNNP Sulteng Brigjen Andjar Dewanto mengungkapkan bahwa pelaku sempat melarikan diri saat Batalyon Infanteri 711/Raksatama menggerebek markas narkoba sebuah rumah di Jalan Jati  Lorong Siranindi, Tatanga, Palu. Sehingga aparat langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya di jalan Poebongo.

“Bandar narkoba tersebut adalah Herianto alias Hery, dia ditangkap bersama tiga orang wanita, yaitu Sri Rahayu alias Ayu, Dewi Sartika dan Aminah alias Mina.Ketiga wanita tersebut berperan sebagai marketing dan kasir,” ungkap Brigjen Andjar Dewanto saat menggelar konfrensi pers Rabu (9/5/2018).

Kepala BNNP Sulteng yang saat itu bersama Komandan Batalyon 711/Raksatama Letkol Inf Fanny Pantouw juga memperlihatkan barang bukti yang di sita aparat di kediaman pelaku Hery. Barang bukti yang diamankan adalah 38 paket narkoba jenis sabu sabu siap edar, yang beratnya berkisar 97,4 gram, satu buah alat isap atau bong, imbangan digital dan uang tunai.

Dari pengakuan Sri Rahayu yang bertindak sebagai kasir, sabu-sabu tersebut dicatat pemasukan dan pengeluarannya setiap harinya dan omzetnya berkisar Rp50 juta.

“Saya hanya mencatat, barang yang masuk dan keluar setiap harinya,” tutur Sri Rahayu.

Atas perbuatan keempat pelaku, kini mereka ditahan di ruang tahanan BNNP Sulteng dan akan dikenakan pasal 112 ayat (2), pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana maksimal 20 Tahun. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here