Dua Pelaku Pengeboman Ikan di TNKT Ditangkap

0
87

TOJO UNAUNA, beritapalu | Balai Taman Nasional Kepulauan Togean bersama Balai Gakkum Sulawesi Seksi II Palu, Pemerintah Daerah, Polda Sulteng, Polres Touna serta didukung oleh Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum LHK melakukan operasi gabungan sejak tanggal 12 Maret 2018 diwilayah Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) dan sekitarnya dan berhasil menangkap dua pelaku pengeboman dengan 4 kotak bom siap digunakan.

Snorkling dan Dive spot di Lumpatan SPTN III Popolii dengan view karang yang luas di Taman nasional Kepulauan Togean. (Foto: M. Fadly Makmur/TNKT)

Operasi itu dilakukan menindaklanjuti keresahan masyarakat atas maraknya pengeboman terumbu karang di daerah wisata laut TNKT yang telah menganggu aktivitas parawisata di Togean.

Saat ini hampir 60 persen kawasan terumbu karang TNKT mengalami kerusakan yang cukup parah. Wisata pantai dan laut Taman Nasional yang sampai saat ini menjadi andalan perekonomian daerah dikuatirkan akan semakin rusak dan menganggu kehidupan masyarakat serta lingkungan hidup.

“Para pengebom ini telah beberapa kali diperingatkan untuk tidak melakukan pengeboman namun tidak mengindahkan. Guna memberikan efek jera dan memberantas peredaran bahan peledak secara illegal maka TNKT bersama Pemerintah Daerah meminta dukungan dari Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan guna melakukan operasi penertiban terhadap kegiatan kegiatan illegal tersebut,” kata  Kepala Balai Gakkum LHK Sulawesi, M. Nur, Sabtu (17/3/2018).

Dalam pelaksanaan operasi ini, tim berhasil mengamankan dan menyita barang bukti dari pelaku berinisial R alias PF (38 Th) di Desa Siatu, Kecamatan Batudaka, berupa satu botol bom ikan yang akan digunakan untuk membom ikan dan terumbu karang.

Pengembangan pemeriksaan, tim menemukan bahan pembuat bom dari pelaku antara lain 1 kg pupuk matahari, kabel kurang lebih 20 m, dopis (kepala korek api), soda dan kertas pematik korek api.

Terhadap pelaku kepemilikan bahan peledak tersebut akan dijerat dengan Undang Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan bahan peledak sehingga proses penyidikannya langsung diserahkan ke pihak Polres Tojo Una-Una.

Selain operasi perairan, tim juga melakukan operasi pembalakan liar dan berhasil mengamankan pelaku berinisial DM alias D alias PA (38 Thn) yang sedang melakukan kegiatan penebangan pohon di dalam hutan tanpa memiliki hak atau ijin dari pejabat yang berwenang diwilayah sekitar Desa Patoyan, Kecamatan Batudaka, Kabupaten Tojo Una-Una.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan 1 unit mesin chainsaw beserta parang dan peralatan pendukung lainya yang digunakan pelaku untuk melakukan kegiatan illegal tersebut.

Saat ini PPNS Seksi Wilayah II Balai Gakkum Sulawesi telah melakukan Penyidikan terhadap kasus tersebut dan telah menetapkan DM alias D alias PA (38 Th) sebagai tersangka dan rencana akan dititipkan di Rumah Tahanan Negara (RTN) Maesa Palu untuk mempermudah proses penyidikan.

PPNS juga sedang mengembangkan penyidikan berdasarkan keterangan tersangka DM alias D alias PA untuk mengejar pelaku cukong atau pemodal kegiatan pengolahan kayu illegal di dalam dan sekitar kawasan TNKT yang berinisial HP (45 Thn).

Para pelaku kejahatan LHK tersebut akan dijerat dengan Pasal 78 ayat 5 Jo Pasal 50 ayat 3 huruf e Undang-Undang No. 41 Tahun 1999  tentang Kehutanan jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

  1. Nur menyatakan para tersangka akan terus disidik dan dilakukan pendalaman untuk mencari dalang dan pemodal peredaran bahan peledak dan pembalakan liar ini. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.