Demi NKRI, Satgas Nusantara Polres Palu Deklarasi Anti Hoax

0
83
Unsur polisi, pemuka agama, pemuda, adat dan perwakilan warga yang tergabung dalam Satgas Nusantara pada Deklarasi Anti Hoax di Palu, Rabu (14/3/2018). (Foto: Istimewa)

PALU, beritapalu | Persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Republik Indonesia (NKRI) adalah semangat yangharus tumbuh pada setiap diri seluruh elemen warga. Kesadaran itu pula yang melandasi sehingga Polres Palu menginisiasi dilakukannya Deklarasi Anti Hoax di Palu, Rabu (14/3/2018).

Hoax atau berita yang tidak benar, bohong atau memutarbalikkan fakta bisa menjadi biang perpecahan yang dapat mengancam ketutuhan NKRI. Deklarasi itu diharapkan menjadi sumber kesadaran bersama, terutama dari warga yang kesehariannya berkutat dengan media sosial.

Satgas Nusantara, demikian namayang diberikan oleh  Polres Palu bagi dekalrasi terebut. “Menigkatkan Sinergitas Keutuhan NKRI Dengan Mengantisipasi Bahaya Hoax dan Paham Radikalisme”. Adalah tema yang diangkatnya.

Tak kurang dari Dir Binmas Polda Sulteng Kombes Pol Yusuf Hondawantri Naibaho, Kapolres Palu AKBP Mujianto, Ketua MUI Kota Palu Prof Dr Zaenal Abidindan sejumlah perwakilan dari Suro Adat, FKUB Kota Palu, Kemenag Kota Palu, Pemuda Pancasila, Bela Negara, FKPK Kota Palu, FKPPI Kota Palu, Senkom Kota Palu, pengurus  Daerah Muhammadiyah, Tokoh agama Islam, Kristen, Hindu dan Budha hadir pada kegiatantersebut.

Kapolres Palu AKBP Mujianto berharap agar seluruh masyarakat lebih berhati-hati dalam penggunaan media sosial. Apabila mendengar isu-isu yang memecah belah kesatuan NKRI hendaknya diwaspadai,apalagi jika sumbernya yang tidak jelas.

“Selalu check and recheck kebenaran informasi dari suatu konten, membantu klarifikasi kebenaran atas konten hoax, menyebarkan atau membuat konten positif agar suasana timeline media sosial lebih damai,” harapnya.

Sementara itu. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu mendukung langkah Polres Palu itu untuk memerangi hoax.

“Majelis Ulama Indonesia mendukung kepolisian untik merawat perdamaian, kerukunan dan ketentraman, dengan upaya memerangi hoax,” sebut Ketua MUI Kota Palu Prof Dr H Zainal Abidin.

Zainal mengemukakan, umat beragama utamanya umat Islam harus cerdas memilah dan menyebarkan informasi. Kecerdasan itu ditandai dengan melakukan validasi dan mengecek keabsahan atau kebenaran suatu informasi yang diterima.

Pakar pemikiran Islam modern ini menyebut Islam melarang umat-nya menyebarkan informasi yang tidak benar, informasi yang berbau provakasi dan memecah belah.

“Islam justru menganjurkan pemeluknya untuk cerdas dalam mengelola informasi, cerdas dalam mengakses informasi dan menyebarkan informasi. Bila informasi yang didapat lebih berdampak negatif, maka jangan di sebarkan, serta lakukan pengecekan terhadap kebenaran informasi,” kata Prof Zainal.

Tokoh pembaharuan dalam Islam ini menyatakan terdapat tiga tipe pengguna  media sosial. Pertama, Pengguna yang cerdas.  Kedua, pengguna media sosial yang cerdik dan ketiga, pengguna media sosial partisipatif.

“Tipe pengguna kedua dan ketiga  bisa menggangu kebhinekaan persatuan dan kesatuan bangsa. Pengguna yang baru menggunakan media sosial atau baru menggunakan elektronik gadget, lalu ketika menerima informasi tanpa melakukan filter terhadap informasi yang diterima langsung di bagikan kepada yang lain,” terangnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.