Program Perluasan Tanam Kedelai di Sigi Dinilai Gagal

0
89

SIGI, beritapalu | Anggota DRPD Sulteng, Muh. Masykur menilaii Program Perluasan Areal Tanaman Kedelai di Kabupaten Sigi dinilai gagal. Pasalnya, berton-ton benih kedelai yang disalurkan kepada kelompok tani dinilai berkualitas buruk.

Anggota DPRD Sulteng Muh.Masykur meninjau lahan yang ditanami kedelai dan tidaktumbuh. (Foto: ist)

Hampir semua benih yang ditanam di atas lahan kurang lebih 150 hektar katanya tidak tumbuh. Lahan dimaksud masing-masing  tersebar di Desa Pombewe, Kalukubula, Soulove, Sidondo Dua, Wanutunonju dan Maranata.

“Kasus ini belum termasuk di Kecamatan lain yang juga mendapat bantuan  dari program ini,” sebut Masykur saat kunjungan kerja di Desa Pombewe, Senin (26/2/2018).

Dalam kunjungan kerja lapangan ini, Masykur bertatap muka langsung dengan beberapa anggota kelompok tani. Dihadapan Wakil Rakyat, para petani menyampaikan persoalan bantuan benih kedelai yang pengadaannya dibuat asal-asalan.

Ketua Kelompok Tani Belota Singgani Desa Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru, Syahdan mengatakan, sejak benih ditanam, hingga memasuki hari ke sembilan masa tanam,  tidak ada tanda tanda benih ini tumbuh semua.

Di Desa Pombewe misalnya, dari  800 kg benih kedelai yang disalurkan dan ditanam di atas luasan lahan 20 hektar, rata rata hanya satu benih yang tumbuh di setiap lubang tanam dari 3 benih per lubang.

Benih kedelai yang ditanam di lahan warga. (Foto Ist)

Dihadapan petani, Masykur menyayangkan pelaksanaan program yang dilaksanakan asal jalan. Berdasarkan fakta lapangan yang ada ini, pihak perusahaan yang diberi kuasa oleh negara untuk menjalankan program ini dinilai sangat tidak profesional dan kredibilitasnya sangat dipertanyakan.

“Masa benih yang disalurkan kepada petani benih seperti ini. Ini benih apa,  ditanam tidak bisa tumbuh. Yang jelas, ini sudah sangat merugikan. Selain petani sudah dirugikan, negara pun juga sangat dirugikan dalam hal ini”, kata Masykur kesal.

Masykur menjelaskan, jika dilihat dari kasus ini sangat jelas kerugian petani. Melalui program ini, petani sudah mempersiapkan diri jauh hari sebelumnya. Mulai dari penyiapan lahan, tenaga sampai waktu tanam. Lahan yang sebelumnya bisa dimanfaatkan untuk menanam komoditi lain, harus ditunda dikarenakan masuknya program penanaman benih kedelai.

Menurutnya, bagi petani, tatkala negara hendak menyalurkan bantuan terhadap mereka, maka ini pertanda baik dan sebuah berkah. Dan pasti petani menyambut dengan riang gembira.  Karena mereka sadar tidak semua kelompok tani yang bakal mendapat program bantuan seperti itu.

Namun ketika realisasi program itu hanya dibuat sekedar saja maka menjadi petaka bagi petani. Mimpi hasil yang sebelumnya diharapkan  dari produksi penanaman kedelai tinggal isapan jempol.

“Ini namanya pengusaha untung petani buntung,” tegas Masykur.

Ia mengatakan, program yang dikucurkan ini targetnya jelas, yakni peningkatan  produksi kedelai satu sisi dan peningkatan nilai tambah pendapatan petani di sisi lainnya.  Namun ketika pihak yang diberi tugas sebagai pelaksana tidak profesional dan kredibel maka uang negara ini hanya habis percuma, tidak berdampak.

Oleh karenanya Masykur mendesak kepada pemerintah daerah dan pusat untuk mengevaluasi secara baik dan tuntas setiap pelaksanaan program, termasuk program perluasan areal tanam kedelai tahun anggaran 2017.

Jika pelaksanaan program ini disinyalir merugikan keuangan negara maka realisasi pelaksanaan program ini harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum, tutup Anggota DPRD dari Dapil Donggala-Sigi.

Seperti diketahui program perluasan areal tanam kedelai ini dilaksanakan oleh Kementrian Pertanian RI melalui APBN-Perubahan Tahun Anggaran 2017. CV. Karomah Jaya Mandiri dari Jember disebutnya sebagai pihak diberi kuasa untuk pengadaan benih kedelai. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.