Era Baru Kecamatan Lindu

0
161

Oleh:  Muh. Masykur M

Penulis (kanan) bersama Nurdin Y. Lamajudu. (Foto: ist)

Dapat kabar dari Nurdin Y. Lamajudu, Ketua Majelis Adat Kecamatan Lindu, dimulai tahun 2018, Kecamatan Lindu dapat perhatian khusus dari negara.  Dimulai dari keluarnya SK Pelepasan Kawasan TNLL dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seluas 57.000 lebih hektar, alokasi ratusan miliar dana pembangunan dan pengembangan Kec. Lindu.

Diperkirakan lebih dari Rp 150 miliar akan alokasikan bagi pembangunan di wilayah Kecamatan Lindu yang tersebar dalam seluruh tingkatan pemeritahan, pusat, provinsi dan kabupaten.  Daya cengkram negara akan menjangkau masuk menyentuh  wilayah yang memiliki kekayaan alam danau tektonik ini.

Di bulan ini, PLN memulai pembangunan jaringan instalasi listrik masuk ke Lindu. Sehingga dalam waktu yang tidak lama lagi daerah ini jadi terang. Sebuah kawasan yang tadinya sulit diakses bakal menjadi ramai kedatangan tamu, menikmati pesona keindahan wisata Danau Lindu.

Yang pasti ketiga kabar itu menjadi pertanda sebuah era baru di awal tahun baru bagi  warga Lindu yang menggantungkan hidup dari danau di atas awan, Danau Lindu. Pasalnya, sejak dahulu kala hingga di era milenial ini betul-betul daerah ini mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.  Terutama pemenuhan hak warga atas penerangan listrik melalui program melistriki seluruh pelosok negeri, termasuk Lindu menjadi prioritas dari program ini.

Kabar dari Pimpinan PLN Cabang Palu, program ini implementing di bulan Maret. Pemasangan  tiang pancang dan instalasi listrik sudah diancang-ancang.

Sementara program pemerintah melalui pusat, provinsi dan kabupaten melalui lintas dinas juga siap digelontorkan.  Aparat pemerintah pun sudah keluar masuk Lindu lakukan sosialisasi, dari instansi PU, kesehatan, pertanian dan instansi terkait lainnya. Pun tidak ketinggalan tim riset dan peneliti turut andil didalamnya.

Ke depan tergambar keramaian lalu lintas program pembangunan berserta harapan multiplier effect yang diharapkan dapat memacu roda ekonomi rumah tangga warga di Kec. Lindu.

Namun dari semua Itu, satu hal yang masih mengganjal dihati tokoh adat dan orang tua warga masyarakat Lindu ini, sekaligus sebagai pesan kepada pemangku kebijakan, agar pelaksanaan program pembangunan tidak hanya sekadar mengejar capaian kuantitas tapi yang lebih utama adalah capaian kualitas dari pelaksanaan program itu.

Oleh karenanya ruang partisipasi warga hendaknya tidak diabaikan. Pelibatan warga melalui forum rembuk bersama multistakeholder merupakan prasyarat utama dilakukan jika kita ingin aneka program yang kelak dilaksanakan itu berbuah manis, tidak ranum.  Toh yang paling memahami situasi dan kondisi plus kebutuhan adalah warga masyarakat Lindu.

*) Penulis adalah Ketua Fraksi Nasdem DPRD SULTENG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.