Pelaku Penipuan Online di Facebook Tertangkap

0
89

PALU, beritapalu | Seorang pria berinisial H alias C alias A ditangkap jajaran Diskrimsus Polda Sulteng karena diduga sebagai pelaku penipuan online di media sosial Facebook, Senin (22/1/2018).

Ilustrasi (@rumahpengaduan.com)

Penangkapan itu didasarkan aduan salah seorang warga berinisial Y yang melapor ke Polda Sulteng perihal dirinya menjadi korban penipuan melalui media sosial Facebook.

Y menceritakan, sekitar awal bulan Desember 2017 ia menerima permintaan pertemanan dari sebuah akun bernama Zul. Zul kemudian mengenalkan dirinya dan mengaku bernama Z, tinggal di jalan Raja Moili Palu lengkap dengan nomor. Zul kemudian memberikan penawaran jual beli barang online berupa laptop dan handphone.

Merasa tertarik dengan postingan tentang penjualan barang laptop dan handphone yang ada di akun akun Facebook Zul apalagi dengan harga yang jauh lebih murah, Y lalu membeli HP jenis Samsung J7+ secara online dengan  harga yang tertera di akun Zul senilai Rp 3.015 000,-.

Setelah memesan, korban kemudian mengirim pesan melalui Facebook messenger kepada  Z dan menghubungi Z melalui handphone.

Dalam percakapan via handphone antara Z dan Y, Z meminta agar Y mentransfer uang sesuai dengan harga yang tertera di Facebook ke nomor rekening atas nama H. Z menjelaskan kalau barang pesanan sudah disiapkan dan akan dikirim melalui jasa pengiriman barang J&T.

Pada hari Senin (15/1/2018) korban Y mentransfer uang ke rekening H sesuai dengan harga handphone yang dipesan. Sehari sesudahnya, Y mendatangi kantor penyedia jasa pengiriman barang J&T untuk mengecek barang pesanannya namun pihak J&T menanyakan resi pengiriman.

Y mencoba menghubungi Z via handphone untuk menanyakan nomor resi pengiriman namun handphone Z tidak aktif, selain itu juga Y mengirim pesan melalui Facebook messenger ke akun Facebook ZUL milik Z juga tidak mendapat jawaban.

Merasa curiga Y berusaha mencari tahu Z dengan cara  menggunakan beberapa akun Facebook untuk memesan barang dan menyuruh teman korban atas nama G untuk melakukan pemesanan, namun pada saat dilakukan pemesanan lagi via media Fecebook tidak ada respon malahan akun teman korban langsung diblokir.

Selang beberapa hari kemudian Y mencoba menghubungi Z di handphone dan diangkat oleh Z. Dalam percakapan, Z memberitahukan kepada Y bahwa dirinya sedang berada di agen J&T, selanjutnya Y meminta bantuan temannya G untuk memastikan apakah ada seseorang yang mencurigakan di tempat agen J&T.

Setelah G sampai di tempat agen J&T, G melihat ada seorang laki–laki yang mencurigakan dan kemungkinan itu adalah Z yang sedang melakukan pengambilan foto di depan agen J&T jalan Sisingamangaraja Palu.

Tidak lama kemudian Z menghubungi Y dan memberitahukan kalau agen J&T sudah tutup sehingga barang tidak bisa dikirim dan akan dikirim besok.

Pada Sabtu (20/1/2018) Y kembali meminta tolong kepada temannya G untuk pergi ke agen J&T untuk mengecek laki–laki yang akan mengirim barang pesanan Y, namun setelah beberapa lama ditunggu orang yang dicurigai sebagai Z tidak datang, dan pada saat dihubungi Y melalui handphone nomor handphone Z tidak aktif lagi.

Akhirnya pada Senin (22/1/2018) Y melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke Polda Sulawesi Tengah dan perkaranya ditangani oleh Direskrimsus Polda Sulawesi Tengah.

Pada hari yang sama malam harinya setelah korban membuat laporan dan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Subdit II Eksus Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tengah, selanjutnya  tim yang dipimpin langsung oleh Plh. Kasubdit II Eksus AKBP Bagus Setiyawan bergerak melakukan penelusuran dan sampai akhirnya tim berhasil menangkap satu orang pelaku atas nama H alias C alias A beserta barang buktinya.

Pada saat ini penyidik Subdit II Eksus Ditreskrimsus Polda Sulteng melakukan penyidikan secara mendalam serta mencari apakah ada korban–korban lainnya dan apakah pelaku melakukan aksinya sendirian atau dibantu orang lain.

Adapun  pasal yang diterapkan dalam perkara ini yaitu  pasal 28 ayat (1) jo pasal 45 ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 perubahan atas Undang – Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman enam tahun kurungan.

Dengan kejadian itu, Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Herry Murwono mengimbau masyarakat agar tidak terlalu cepat percaya dengan penawaran  barang–barang yang ada di media sosial atau media online lainnya, apalagi jika harga barang tersebut lebih rendah atau lebih murah dari harga pasaran. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here