Mau Diselamatkan Panji, Buaya Berkalung Ban Kabur

0
205
Panji melemparkan umpan ayam hidup ke tempat pemunculan buaya berkalung ban bekas di bawah jembatan Palu II, Minggu (21/1/2018). (Foto: beritapalu.com)

PALU, beritapalu | Upaya untuk menolong buaya yang telah lebih dari setahun mengalungi ban bekas di Sungai Palu, Minggu (21/1/2018) terpaksa ditunda. Pasalnya, buaya yang ingin ditolong tersebut kabur dari tempat biasanya muncul di bawah jembatan Palu II.

Tim Panji yang secara khusus datang untuk melakukan penyelamtan tersebut terpaksa menghentikan sementara prosesnya, karena waktu sudah menjelang petang. Sementara itu, ribuan warga yang memadati bantaran sungai di kedua sisinya dan sudah menunggu sejak pagi, juga pulang tanpa cerita “seru”.

Seperti diketahui, sejak Minggu pagi (21/1/2018), Panji yang dikenal sebagai penakluk hewan buas itu bertandang ke Palu untuk membantu pembebasan ban berkalung ban bekas yang telah “mendunia” itu.

Masih sangat pagi, tim tersebut telah mendatangi lokasi sungai tempat pemunculan buaya tersebut. Pagi itu, buaya yang telah berjuluk “artis Palu” itu sempat menampakkan diri di bagian tengah sungai yang dangkal. Namun evakuasi pada pagi itu tidak dapat dilakukan karena belum dikoordinasikannya persiapan dan peralatan yang dibutuhkan, ditambah ramainya lokasi oleh warga.

Panji meminta warga yang memadati bantaran sungai agar tidak berisik selagi upaya pertolongan dilakukan di bawah jembatan palu II, Minggu (21/1/2018). (Foto: beritapalu.com)

Hanya beberapa saat saja, buaya yang tadinya menampakkan diri, kembali menenggelamkan dirinya. Sesekali ia muncul dengan hanya memperlihatkan kepalanya lalu tenggelam lagi dalam keruhnya air sungai dengan arus yang relatif cukup deras.

Dua ekor ayam yang diumpankan di sekitar pinggir sungai ternyata tidak cukup memantik keinginan buaya tersebut untuk menyatapnya seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

Sementara itu suasana di sekitar lokasi sungai sangat riuh. Warga berduyun-duyun datang ke tempat tersebut untuk meyaksikan langsung proses penyelamatan itu. Macet semacet-macetnya pun tak dapat dielakkan. Jembatan Palu II lumpuh total selama beberapa saat. Untung saja ada petugas dari Kepolisian yang sedari pagi mengatur lalulintas di sekitarnya.

Menjelang sore, tim Panji kembali mendatangi lokasi tersebut dibantu dengan Satuan Polisi Periran dan Udara (Polairud). Dengan menggunakan perahu karet bermesin, tim Panji mencoba mendekati tempat pemunculan buaya tersebut.

Warga memadati bantaran Sungai Palu di bawah Jembatan Palu II untuk menyaksikan upaya penyelamatan buaya berkalung ban bekas, Minggu (21/1/2018). (Foto: beritapalu.com)

Aneh, buaya itu bahkan tak menampakkan batang hidungnya lagi. Panji bahkan melemparkan ayam hidup yang telah diikat kakinya ke area pemunculan buaya itu. Tapi sekali lagi, tak ada reaksi dari buaya sama sekali. Bahkan buaya itu kabur dari tempatnya menuju tempat yang lebih dalam lagi.

Beberapa kali Panji terlihat mengoyang-goyangkan tali yang mengikat umpan ayam hidup tersebut. Namun, jangankan menyantap, menampakkan diri pun tidak.

Cukup lama tim Panji menunggui umpan itu dan berharap disantap oleh buaya “malang” itu. Namun hingga menjelang sore, tak sekalipun buaya itu nongol, hingga akhirnya Panji menceburkan diri ke sungai tersebut.

Informasi yang  diperoleh, tim Panji masih akan melakukan upaya penyelamatan tersebut . Namun sebelumnya harus mengidentifikasi dulu lokasi pemunculan buaya karena dikabarkan, buaya tersebut sudah berpindah dari bawah jembatan II Palu ke tempat lainnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here