Pasukan BKO Ditarik, Sisa DPO Militan Poso Tetap Diburu

0
317
Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Rudy Sufahriadi menyampaikan keterangan terkait penarikan pasukan Satgas Operasi Tinombala di Mapodla Sulteng, Sabtu (30/12/2017). (Foto: bmzIMAGES)

PALU, beritapalu.NET | Perburuan terhadap tujuh  orang sisa Daftar Pencarian Orang (DPO) terduga terosis kelompok Santoso terus dilakukan oleh aparat gabungan TNI dan Polri di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah meskipun pasukan akan ditarik ke mabes.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, penarikan pasukan itu berlangsung selama akhir tahun 2017 ini ke kesatuannya masing masing. Sebagai gantinya, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinomabala akan tetap berlangsung dengan memaksimalkan personel yang ada di Sulteng sendiri.

“Kami akan tetap meminta bantuan tambahan pasukan BKO dari TNI yang berasal dari Korem 132 Tadulako sebanyak 200 personil, tediri dari 100 personil pasukan pengejar dari Batalyon 714 Sintuwu Maroso dan 100 personil teritorialnya dari Korem 132 Tadulako dan Kodim 1307 Poso untuk membantu seluruh Operasi Tinombala yang dilakukan oleh Brimob  dan satuan lainnya di  Polda Sulteng,” ujar Kapolda.

Menurutnya, langkah pengurangan jumlah personil dalam Operasi Tinombala juga dipengaruhi oleh tahun politik 2018 dimana ada beberapa daerah yang ada di wilayah Sulawesi Tengah yang akan melaksanakan Pilkada serentak di 2018.

Sebagian pasukan brimob dari daerah katanya akan digunakan sebagai pengamanan dalam momentum politik tersebut di daeranya masing masing.

Dengan jumlah pasukan yang ada Kapolda yakin  bahwa kekuatan tersebut dapat melakukan tugas untuk menangani sisa DPO kelompok Santoso. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here