Refleksi Akhir Tahun : Menumbuhkan Optimisme dalam Pilkada Parimo

0
133
Mirza

Oleh : Mirza, S.Kom

AKHIR tahun 2017 adalah transisi Menuju Tahun Politik, Tahun dimana ada banyak gagasan di pertarungkan dan di pertaruhkan dalam Kontestasi Elektoral di tahun akan datang, Parigi Moutong adalah Kabupaten yang tak luput dari pelaksanaan kontestasi pilkada pada 2018 tersebut.

Pada gerbang tahun politik ini, ada satu hal yang harus kita perbaiki, yakni optimisme. Ya,optimisme akan perubahan nasib rakyat melalui kontestasi Pilkada. Tentu optimisme yang penulis maksud bukan hanya di tumbuhkan dalam alam berfikir saja, melainkan sebuah optimisme dalam dunia nyata, yang di aktualisasikan melalui pekerjaan-pekerjaan dalam dunia nyata guna membangun kesejahteraan dan cita-cita kemajuan dalam kampanye pilkada menjadi kenyataan yang tak terelakan di situasi dimana kita sama meyakini bahwa secara ekonomi rakyat sedang terjajah oleh sebuah mekanisme yang kita sebut itu Neo-liberalisme atau kita bisa menyebutnya Neo-kolonialisme. Sebuah skema yang menghendaki perampasan Tanah Oleh Korporasi, Pencabutan Subsidi yang Memiskinkan Rakyat Akar Rumput dan tentu pada prakteknya sistem politik, ekonomi di diktekan dari luar oleh Negara Penjajah( Imprealis ).

Situasi ini harus terjawab oleh kita dengan Optimisme dalam menciptakan dan mengupayakan cita cita kita tentang perubahan melalui berbagai macam cara tanpa terkecuali melalui jalan PILKADA dengan mendorong Program-Program Progresif sebagai bentuk perlawanan terhadap Neo-Kolonialisme ini.

Kita Pernah Memimpin Di Masa lalu

Kita di beritahu oleh sejarah bahwa dimasanya, di jazirah leher pulau sulawesi ini pernah terjadi sebuah perlawanan terhadap kolonialisme  yang di pimpin oleh Tombolotutu pada tahun 1898 , sebuah perjalanan perlawanan yang melewati momentum-momentum pencapaiannya. Setidaknya kita telah melewati hal itu dengan semangat perlawanan yang berapi-api di pimpin oleh perasaan yang tidak mau di eksploitasi, di jarah dan yang paling penting adalah perasaan akan persatuan serta optimisme yang tak terelakan dalam perlawanan tersebut.

Momentum perlawanan tersebut merupakan wujud dari pencapaian-pencapaian yang di dapat dengan persatuan dan optimisme. Kita di masa lalu telah di ajari bagaimana merawat persatuan dan mengaktualisasikannya dalam perlawanan bersenjata terhadap kolonialisme dengan senjata yang sederhana dan di barengi oleh optimisme yang besar.

Stasiun Pilkada dengan Program Progresif

Jika pencapaian-pencapaian di masa lalu kita ibaratkan sebagai sebuah stasiun pemberhentian sekaligus pemberangkatan yang baru, maka momentum Pilkada yang akan kita laksanakan pada tahun 2018 mendatang harus menjadi sebuah babak baru dari perjalanan ini dengan mengintervensi secara penuh dengan programatik-programatik yang revolusioner dari kalangan Akar Rumput ( Masyarakat Parimo ), kita tak harus menjadi pesimis di situasi dimana ada sebuah skema Internasional memiskinkan kita. Setiap momentum harus di manfaat kan dengan baik untuk mewujudkan cita cita besar tentang kemajuan dan kesejahteraan. Tentu dengan optimisme yang besar dalam memperjaungkannya.

Tahun politik 2018 mendatang tentu harus di jadikan arena mempertarungkan gagasan-gagasan Progresif oleh Petani sebagai kelas Mayoritas di parimo dan Nelayan, Buruh, Kaum Muda dan Kelompok Aktivis. Ini adalah babak baru bagi kita dengan  arena perjuangan baru yang kita sambut dengan optimisme yang besar untuk menyongsong Parigi Moutong dengan Nol Kemiskinan. Sebagai Penutup Penulis Ucapkan Selamat Tahun Baru Untuk Seluruh Rakyat Parigi Moutong.

Penulis adalah pemuda Desa Tomini dan Ketua Perspektif Parigi-Moutong (sebuah komunitas pengorganisiran yang memperjuangkan perbaikan nasib rakyat Parigi-Moutong)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.