Sineas Muda Asal Palu Akan Buat Film Pendek Gula dan Pasir

0
105

JAKARTA, beritapalu.NET | Sineas muda asal Palu Sarah Adillah akan membuat film pendek berjudul Gula dan Pasir. Ia akan difasilitasi oleh Lokomotif Films, perusahaan start-up film yang fokus pada pengembangan potensi pembuat film muda berbakat Indonesia.

Sarah Adillah, gadis kelahiran 21 Juli 1998 berasal dari Palu dan menempuh pendidikan S1 Jurusan Film & Televisi di Universitas Multimedia Nusantara dengan program beasiswa.

Film pendek ini berdurasi sekitar 15 menitan itu bersifat non komersil dan akan didistribusikan ke festival film nasional maupun internasional. Diharapkan dengan film pendek ini juga bisa menjadi salah satu alternatif mengenalkan Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Film “Gula & Pasir” merupakan realitas atas bingkai kehidupan sosial-ekonomi daerah Sulawesi Tengah yang dikemas secara ringan, sederhana tetapi menarik sebab melalui sudut pandang dan gaya penceritaan anak-anak.

Film ini bercerita tentang kakak-adik, Iko dan Ila serta Ibu mereka yang merupakan penjual kue yang menitipkan jualannya di warung-warung. Ila yang masih belajar berhitung sangat patuh dalam mengembalikan uang Ibu, berbeda dengan Iko yang berusaha membujuk adiknya untuk mengambil kembalian tersebut.

Hingga suatu hari usai membeli gula pasir Ila mendapati kembalian yang tidak semestinya. Ketika hendak kembali ke warung, Iko mencegatnya dan merebut kembalian tersebut hingga mengakibatkan gula pasir titipan Ibu jatuh dan berhamburan. Keduanya terjebak dalam situasi yang sama-sama dalam masalah.

Melalui eksplorasi persoalan-persoalan kecil mengenai “uang kembalian” dari kacamata anak-anak dimana mungkin dianggap sebelah mata oleh orang dewasa, sutradara memilih gaya penceritaan berupa drama dengan kompleksitas hubungan antar karakter akan ruang, serta problematika yang saling bersinggungan yang diharapkan dapat membuat penonton terindikasi bahwa masalah tidak akan selesai jika kita hanya menghindari dan tidak berani menanggung konsekuensi.

Film “Gula & Pasir” kemudian menjadi penting untuk diproduksi dan ditonton, sebab persoalan sesederhana apapun dalam konteks sosial-ekonomi yang terjadi di sebuah daerah kecil sebenarnya relevan dengan persoalan yang dihadapi setiap orang di dunia– anak-anak hingga dewasa.

Ketidakpuasan, keterpihakkan dan ketidakadilan menyangkut persoalan kebutuhan, uang, dan segalaperputarannya yang nampaknya tak kunjung merdeka.

Selain membawa tim yang berasal dari Jakarta, produksi film pendek ini akan menggandeng para pegiat film dan komunitas lokal, salah satunya adalah Sikola Pomore. Para anak didik Sikola Pomore nantinya akan menjadi pemain utama yang ada dalam film Gula & Pasir.

Rencananya, produksi film pendek ini akan dilangsungkan selama 3 hari pada tanggal 27-29 Desember 2017 di beberapa titik lokasi di wilayah Kabupaten Donggala.

Adapun Sarah beserta tim produksinya telah melakukan survey untuk kebutuhan pembuatan filmnya pada tanggal 6-9 Desember lalu. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here