Usulkan Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Rio Pakava

0
125
Ilustrasi pekerja sawit. (Foto: Antara/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.NET | Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Masykur mengusulkan agar pemerintah Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah membangun dialog rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus Rio Pakava di lintas batas.

Menurut Masykur, potensi perkebunan kelapa sawit di lintas batas kedua provinsi tersebut selama ini hanya jadi sengketa dan akar konflik karena masih kurangnya efek domino perkebunan kelapa sawit, padahal potensi bahan baku cukup tersedia.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Kelompok Tani Sawit Mandiri kecamatan Rio Pakava, saat ini  seluas 60.000 hektar kelapa sawit yang dikelola oleh warga masyarakat dan menghasilkan sawit sekitar 300.000 ton. Sementara ditahun 2013 di Mamuju Utara Sulawesi Barat luas areal pengelolaan kebun kelapa sawit seluas 33.978 hektar menghasilkan sawit sebanyak 109.570 ton.

Salah satu solusi yang ditawarkan Masykur adalah pembangunan kawasan industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir hingga produk turunan.

“Perkebunan kelapa sawit harus keluar dari kotak tandan buah segar, harus ada inovasi yang lebih maju, salah satu solusinya adalah mendorong pembangunan kawasan ekonomi khusus lintas batas Provinsi,” ujarnya.

Hal itu diyakini oleh Masykur dapat menjadi basis fundamental terhadap akselerasi pembangunan di dua provinsi tersebut. Kehadiran kawasan ekonomi khusus, dapat menciptakan dua hal sekaligus, penyerapan tenaga kerja dan pembangunan energi serta infrastruktur.

Masykur menyebutkan, paradigma Industrialisasi perkebunan kelapa sawit harus bisa di sinkronkan dengan agenda pembangunan nasional yang mengutamakan lahirnya titik tumbuh baru. Potensi kelapa sawit di provinsi tersebut dapat menjadi pintu.masuk untuk wujudkan industrialisasi berbasis agrobisnis.

“Produk turunan CPO selain minyak sawit dan makananan juga dapat dihasilkan margarine, shortening, Vanaspati (Vegetableghee), Ice creams, Bakery Fats, Instans Noodle, Sabun dan Detergent,Cocoa Butter Extender, Chocolate dan Coatings, dan masih banyak lagi lainnya,” ujar Masykur.

Ia sangat optimis bila kawasan ekonomi Khusus dibangun, beberapa produk turunan tersebut bisa menjadi sentra logistik pemenuhan kawasan pasar wilayah Indonesia Timur.(afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.