Nonton Bareng Film “Merah Putih Memanggil” Diwarnai Isak Tangis

0
135
Salah satu adegan dalam film Merah Putih Memanggil pada nonton bareng di bioskop XXI Palu Grand Mall, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/10/2017). Nonton bareng film yang disutradarai oleh Mirwan Suwarso bermateri aksi heroik prajurit TNI di medan perang itu dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme kepada seluruh komponen masyarakat. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.NET | Ratusan warga dari berbagai unsur mulai pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat antusias menonton film berjudul Merah Putih Memanggil di bioskop XXI Palu Grand Mall, Sabtu (28/10/2017).

Penonton bahkan terbawa emosi saat menyaksikan berbagai aksi simpatik dan penuh perjuangan dari para prajurit yang memainkan lakon di film tersebut.

“Astagfirullah…!” teriak salah seorang penonton ketika salah seorang prajurit terkena serpihan mortar yang dilemparkan oleh musuh.

Sesekali pula tepuk tangan penonton bergemuruh di dalam ruangan tatkala aksi heroik penuh semangat dipertunjukkan prajurit-prajurit tersebut menggempur musuh-musuh.

Bahkan sejumlah penonton terisak ketika memasuki babak pemakaman anggota tim pembebasan sandera yang tewas tertembus peluru saat berusaha bertahan di tengah gempuran musuh.

Film yang diproduksi oleh Puspen TNI dan berdurasi hampir dua jam itu bercerita aksi heroik sejumlah prajurit TNI dalam membebaskan sandera dari kelompok teroris internasional.

Cerita film ini dimulai dengan pembajakan kapal pesiar ukuran sedang berbendera Indonesia, Merah Putih di perairan wilayah Indonesia oleh teroris internasional.

Satu orang awak kapal ditembak mati di kapal karena melakukan pembangkangan. Empat orang awak kapal termasuk kapten beserta tiga orang warga negara Perancis, satu orang warga negara Kanada dan satu orang warga negara Korea Selatan diculik dan dibawa ke suatu daerah di bagian selatan negara tetangga.

Pimpinan penculik meminta tebusan dari negara-negara yang warga negaranya diculik termasuk Indonesia. TNI tidak bisa berbuat apa-apa karena teroris itu berada di negara di luar Indonesia. Negara tetangga tersebut juga sedang kewalahan menghadapi para teroris ini karena pemerintahnya sendiri mengalami banyak masalah dalam negeri.

Namun karena pendekatan dari Pemerintah Indonesia negara tetangga tersebut memberi izin dan kesempatan kepada TNI untuk masuk ke wilayahnya guna membebaskan sandera dibatasi dalam waktu 2×24 jam.

TNI kemudian membuat rencana Operasi Gabungan yang melibatkan semua Angkatan. TNI AD melakukan operasi tertutup dengan mengirimkan satu team dari Batalyon Anti Teror Kopassus dan diterjunkan malam hari secara free fall.

Dalam keadaan siap siaga mereka dibantu pesawat tempur dari TNI AU serta kapal-kapal perang TNI AL di pantai serta operasi Kopaska atau Pasukan Katak dan Batalyon Marinir untuk didaratkan. Semua satuan-satuan TNI ini akhirnya dilibatkan.

“Ini adalah momentum yang tepat untuk menyaksikan film ini, karena bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Kita berharap, para pemuda kita bertumbuh nasionalismenya setelah menonton film perjuangan TNI ini,” kata Dandim 1306 Donggala Kolonel Kav. I Gede Masa di sela-sela nonton bareng tersebut.

Sementara itu, salah seorang pelajar, Herniwati yang juga ikut nonton bareng mengaku takjub dengan aksi heroik yang ditunjukkan oleh pra prajurit TNI dalam film tersebut.

“Luar biasa, setidaknya film ini mencerahkan kita bahwa membela kedaulatan bangsa tidak sekadar butuh pasukan, tetapi juga semangat juang yang terpatri dalam diri pasukan itu sendiri, rela mati demi kehormatan bangsa,” sebutnya.

Herniwati yang bersekolah di salah satu SMA di Palu itu mengaku baru kali ini bisa melihat langsung  tugas-tugas para prajurit TNI dala membela negara. “Salut dengan TNI, perjuangan yang tak kenal lelah, rela tinggalkan isteri, berhadapan dengan senjata, satu tekad, untuk membela negara,”tandasnya.

“Sedih juga melihat tentara meninggalkan isterinya dalam keadaan hamil. Tapi begitulah, tugas membela negara jauh lebih penting dari  urusan pribadi, keluarga, bahkan harus rela mengorbankan jiwa raga untuk kedaulatan negara. Saya salut meskipun sedih juga,” komentar Adriana, salah seorang pelajar lainnya.

Menurut Adriana, film ini sangat recommended untuk ditonton bagi para generasi muda, terutama mereka yang tidak pernah melihat atau mengalami tugas-tugas bela negara.

“Setelah menonton film ini, rasanya menjadi prajurit TNI itu menjadi sangat mulia,” imbuh Adriana lagi.

Kepala Penerangan Korem 132 Tadulako, Mayor Chk Dedy Afrizal mengatakan, nonton bareng film tersebut digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tanpa dipungut bayaran alias gratis.

Nonton bareng itu dilaksanakan dalam tiga sesi yakni pada pukul 12.30, 15.00 dan 17.00 Wita. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.