Genjot Produksi Kedelai, Penyuluh Dilatih Teknis Tematik di Sigi

0
112
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sigi Sunandar (kanan) menyelami peserta usai penyematan tanda peserta pelatihan di BPP Mantikole, Sigi, Selasa (24/10/2017). (Foto: beritapalu.NET)

SIGI, beritapalu.NET | Sebanyak 42 penyuluh pertanian dari Kabupaten Sigi dan Donggala mengikuti kegiatan Pelatihan Teknis Tematik APBN-P Tahun 2017 angkatan VII (Budidaya Kedelai) di Kantor Penyuluh Pertanian (BPP) Mantikole, Sigi, Selasa (24/10/2017).

Pelatihan yang dibuka Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sigi Ir Sunandar MSi itu juga dihadiri oleh Kepala Bidang Penyelenggara Pelatihan Balai Diklat Batangkaluku, Gowa, Sulawesi Selatan, Rosidana SPi MM dan Widyaswara Ir Tirkelin Pinem beserta sejumlah pejabat pemerintah kecamatan dan desa setempat.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sigi, Ir Sunandar MSi menyebutkan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mempercepat usaha-usaha untuk mencapai swasembada pangan dan karena itu telah dikucurkan dana melaui APBN-P.

Khsusus komoditi kedelai yang sebelumnya ditargetkan swasembada pada 2019, dipercepat menjadi 2018. Dan langkah-langkah pencapaian itu sudah harus dilaksanakan dari sekarang ini, termasuk pelatihan-pelatihan dan bimbingan teknis bagi para penyuluh.

“Sulawesi Tengah secara keseluruhan mendapat alokasi tanam baru seluas 20.000 hektare untuk tanaman kedelai. Sedangkan Kabupaten Sigi mendapat alokasi sebanyak 2.000 hektare,” ungkapnya.

Ia berharap, pelatihan tersebut dapat memberi wawasan baru bagi para penyuluh dan dapat mengaplikasikan pengetahuannya kepada kelompok tani binaannya.

“Saya optimis target 2.000 hektare tersebut dapat dicapai apalgi jika dilakukan replikasi lahan termasuk yangdikelola secara individu. Jangankan 2.000, 4.000 hektar pun bisa dicapai,” ujar Sunandar optimistis.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggara Pelatihan Balai Diklat Batangkaluku, Gowa, Sulawesi Selatan, Rosidana SPi MM bersama Widyaswara Ir Tirkelin Pinem mengatakan, selama pelatihan para peserta akan diberi materi yang bobotnya lebih kepada praktik dibanding teoritik.

“Intinya adalah bagaimana agar para petani bisa menggenjot produksinya, tentu sesuai dengan Good Agriculture Practice (GAP). Lalu selain itu, petani juga bisa menyediakan benih sendiri dari hasil produksinya sehingga tidak tergantung,” jelasnya.

Pihak balai lanjutnya memfasilitasi kemampuan hingga ke persoalan teknis mulai dari bagaimana memilih benih, mengatur luasan tanam, pemupukan dan seua aspek yang terkait dengan peningkaan produksi.

“Jika produksi sudah ada, tentu berikutnya adalah bagaimana pasca panennya. Tapi nantilah itu, kita tingkatkan produksi dulu baru bagaimana memasarkannya,” sebutnya.

Pelatihan tersebut berlangsung selama empat hari yang berakhir pada 27 Oktober 2017 mendatang. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.