Akan Digelar Aksi Kebangsaan oleh Perguruan Tinggi se- Sulteng

0
86
Ilustrasi (@bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.NET | Perguruan tinggi negeri dan swasta  se-Provinsi Sulawesi Tengah akan menggelar aksi kebangsaan melawan radikalisme di Universitas Tadukalo Palu pada 28 Oktober mendatang.

Panitia pengarah nasional, Prof Zainal Abidin MAg menyatakan perguruan tinggi dibawah naungan Kementerian Ristek-Dikti dan Kementerian Agama bersedia ikut dalam aksi tersebut.

“Iya, semua telah sepakat untuk ikut dan bersama-sama dalam aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme,” ungkap Prof Zainal Abidin usai rapat final cek aksi kebangsaanlawan radikalisme di IAIN Palu, Senin (23/10/2017).

Rektor IAIN Palu ini menyebut setiap perguruan tinggi telah bersedia untuk mengirim mahasiswa, dosen bahkan pegawai untuk bersama-sama deklarasi aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme.

Pakar pemikiran Islam modern ini juga mengaku bahwa panitia pengarah dan panitia pelaksana telah merampungkan persiapan pelaksanaan terkait sarana-prasarana pendukung.

Ia juga menyebut aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme melibatkan pejabat negara setingkat menteri, kepala daerah, kepolisian dan TNI, bahkan ormas-ormas dan OKP di Sulawesi Tengah.

“Ada usulan untuk menghadirkan pejabat setingkat menteri yakni, Menteri Ristek-Dikti, Kemenag dan Kementerian Pemuda dan Olahraga,” ujarnya.

IAIN Palu akan mengirim atau mengutus kurang lebih 2.000 mahasiswa dari berbagai fakultas untuk ikut di aksi kebangsaan tersebut.

Sementara Rektor Universitas Tadulako Prof M Basir Cyio menyatakan Untad akan menghadirkan kurang lebih 10.000 mahasiswa, pegawai dan dosen pada aksi kebangsaan melawan radikalisme.

“Saya akan perintahkan seluruh fakultas untuk menyediakan 1.000 mahasiswa per fakultas, untuk ikut pada aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme,” sebutnya.

Prof Basir Cyio juga meminta panitia pelaksana agar segera meninjau lapangan pelaksanaan aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme di perguruan tinggi tersebut.

Rapat final cek aksi kebangsaan tersebut diikuti oleh 18 perguruan tinggi serta bersedia mengirim atau mengutus perwakilannya. Universitas Alkhairaat bersedia mengutus 500 mahasiswa, STIMIK Bina Mulia 500 mahasiswa, Poltekes Kemenkes mengutus 500 mahasiswa. Sementara perguruan tinggi swasta keagamaan, kebidanan, perawat, kesehatan, sosial dan politik, akan mengirim 50 – 500 mahasiswa untuk ikut aksi melawan radikalisme. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.