Tim Denpal Palu Musnahkan 525 Granat K75 Korea

0
105
Salah seorang tim dari Denpal Palu menunjukkan granat aktif K75 yang akan dimusnahkan di kompleks Lapangan Tembak Paneki Desa Pombewe, Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (18/10/2017). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.NET | Sedikitnya 525 butir granat tangan tipe K75 buatan Korea di musnahkan dengan cara diledakkan (disposal) oleh Tim Denpal Palu di Lapangan Tembak Paneki, Desa Pombewe, Biromaru, Sigi, Rabu (18/10/2017).

Pemusnahan itu berlangsung dalam tiga sesi peledakan yang masing-masing terdiri dari 175 butir pada setiap sesi peledakan.

Peledakan dilakukan dengan menguburnya dalam tanah yang telah digali dengan luasan sekitar 1 x 1  meter dan kedalaman satu meter yang kemudian diledakkan dengan peledak TNT.

Sejumlah aparat dari Tim Denpal Palu tampak sibuk memindahkan granat tersebut dengan ekstra hati-hati. Bagaimana tidak, granat yang telah berusia lebih dari 10 tahun itu sangat rentan dengan goncangan atau goyangan.

“Seluruh personil menggunakan rompi anti peluru untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Masalahnya, beberapa dari granat itu sudah ada yang terkelupas dimakan usia,” jelas Kepala Penerangan Masyarakat (Penrem) 132 Tadulako, Mayor CHK Dedy Afrizal di lokasi peledakan.

Menurut Mayor Dedy, pemusnahan granat itu sesuai dengan aturan, yakni jika sudah berusia lebih dari 10 tahun maka sudah harus dimusnahkan.

“Jika tidak dimusnahkan ini sangat berbahaya,” sebutnya.

Sementara itu, suasana peledakan cukup mencekam. Tak seorang pun diperkenankan untuk berada dalam radius satu kilometer dari titik peledakan, karena dikhawatirkan serpihan granat tersebut dapat melukai.

Sebuah armada kebakaran telah disiapkan di lokasi untukmengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sepekan sebelum dilaksanakan peledakan ini, kami sudah menyampaikan kepada pemerintah desa setempat dan juga warga agar tidak mendekat di lokasi karena cukup berbahaya,” imbuhnya.

Dibagian lain, suara gelegar disertai getaran akibat ledakan itu membahana. Titik galian yang tadinya hanya berukuran 1×1 meter sebelum diledakkan, berubah menjadi sekitar 7×7 meter akibat ledakan granat tersebut.

“Ini baru sebagian, berikutnya masih ada yang akan dimusnahkan, menunggu persetujuan pimpinan lebih dulu,” tutupnya. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.