Danrem 132 Tadulako Imbau Warga Parigi Moutong Tetap Tenang

0
73
Danrem Tadulako Kol Inf. M Saleh Mustafa (kanan) memberikan keterangan pers di Koramil Parigi, Sabtu (5/8/2017). (Foto: Penrem 132 Tadulako)

PARIGIMOUTONG, beritapalu.NET | Komandan Komando Resort Militer (Korem) 132 Tadulako Kol.Inf Muhammad Saleh Mustafa mengimbau warga Kabupaetn parigi Moutong agar tetap tenang dan tak perlu kuatir terkait dengan penembakan seorang warga oleh Orang Tak Dikenal (OTK) sisa Daftarpencarian Orang (DPO) Poso pada Kamis (3/8/2017) lalu.

Imbauan itu disampaikan Danrem Saleh Mustafa saat berkunjung ke Koramil Parigi, Sabtu (5/8/2017).

“Masyarakat yang akan berkebun ke pegunungan tidak usah takut, tetaplah berkebun seperti biasa dengan body sistem jangan sendiri-sendiri. Apabila di atas bertemu dengan anggota TNI dan Polri masyarakat jangan lari, laporkan tujuannya ke atas agar masyarakat tersebut dapat dilindungi oleh Aparat TNI/Polri yang ada di atas tersebut”, jelas Danrem yang juga Wakil PJKO Satgas Ops Tinombala.

Danrem juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan kepada Aparat TNI/Polri ataupun Pemda setempat yang terdekat apabila melihat orang-orang yang tidak dikenal di sekitarnya.

“Kami meminta masyarakat Parigi Moutong tetap tenang. Jangan terprovokasi dengan isu-isu yang muncul. Jangan takut, dan tidak usah khawatir. Kami mengimbau, jika ada orang mencurigakan untuk segera melaporkan kepada aparat keamanan, agar mempercepat penangkapan pelaku,” ujar sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga bernama Simson alias Suju (30) ditembak matik OTK di pegunungan Pora, Desa Parigimpu, Kab. Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Kamis (3/8/2017) lalu sekitar pukul09.00 Wita.

Korban ditembak saat ditodongkan senjata laras panjang oleh kelompok tersebut yang mendatangi korban untuk meminta makan.

Ia mengatakan, efek tekanan dari Satgas Ops Tinombala oleh pihak Kepolisian dibantu oleh Prajurit TNI untuk mematikan jalur logistik sisa kelompok teroris MIT pimpinan Alm. Santoso di Kab. Poso membuat kelompok ini semakin terdesak hingga mulai bergeser ke daerah pegunungan di wilayah Kab.  Parigi Moutong.

Akibat tekanan dari Satgas Tinombala ini membuat kelompok ini berusaha mempertahankan hidupnya di wilayah yang baru dengan menghalalkan segala cara walaupun harus dengan langkah membunuh masyarakat yang tidak mau memberikan logistik kepada mereka. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here