Parasit, Pulau Kabetan dan Suasana Laut yang Menakutkan

0
148

Oleh: Fardi Kallang

MALAM itu terasa begitu mengerikan, Perasaan  takut dan panik seolah telah berselimut , hawa dingin tidak lagi begitu terasa, padahal sekujur tubuh telah basah bermandikan air laut, gemuruh ombak menemani sepanjang perjalanan tak berhenti disitu kami pun disibukkan menyerok air laut yang sudah memenuhi dasar perahu sedangkan perahu kami hanya menari mengikuti derasnya arus ombak  suasana malam itu begitu mencekam.

Sebut saja (Nasir) Bapak tua yang mengemudikan perahu katinting yang kami tumpangi sudah mulai tampak resah itu terlihat dari tangannya yang berulang kali mengusap muka, padahal bapak tua ini setiap hari menghabiskan siang malamnya diatas perahu tetapi seolah-olah pengetahuan berlayarnya tak mampu menyembunyikan rasa was wasnya.

Peristiwa ini bermula ketika siang itu,Seorang laki-laki berbadan kekar dengan baju biru gelap bertuliskan Turn Back Crime di dadanya datang berkunjung ke Kantor Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Palu Wilayah Kerja Toli-toli tempat saya bertugas, ternyata laki-laki berkumis itu adalah seorang Kapten kapal dari salah satu perusahaan perikanan swasta yang ada di daerah kabupaten toli-toli, kedatangannya kali ini untuk melaporkan ikan dan produk perikanan yang akan dilalulintaskannya ke pulau dewata Bali.

Sebagaimana yang telah diatur dalam UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan serta PP Nomor 15 Tahun 2002 tentang karantina Ikan bahwa setiap media pembawa ikan dan produk perikanan yang dilalulintaskan harus dilaporkan dan dilengkapai dengan sertifikat kesehatan/dokumen karantina.

Dalam permohonan yang diajukan oleh orang nomor satu dikapal tersebut terlampir jenis ikan yang akan dilalulintaskan yakni Ikan kerapu hidup dan Lobster hidup yang berlokasi di pulau Kabetan toli-toli, sambil membaca permohonan tersebut sesekali saya membuka senyum dalam hati berbisik gembira bahwasanya saya akan berkunjung kepulau kabetan untuk pertama kalinya, tempat orang ramai perbincangkan karena keindahan dan pesona pantai di pulau itu dan yang paling mengelitik hati adalah jalan jalan sore ini akan Gratis karena perginya menumpang kapal laki-laki berkumis tadi begitupun pulangnya akan disediakan kapal atau perahu nelayan.

Berdasarkan permohanan tersebut kami ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel dari setiap komoditas yang akan dikirim untuk dilakukan pemeriksaan secara laboratoris untuk menjamin ikan tersebut sehat dan bebas dari serangan hama dan penyakit ikan.

Hama ikan yang dimaksud adalah hewan atau organisme lain yang dapat menggangu pertumbuhan pada ikan sedangkan penyakit ikan didefinisikan sebagai suatu keadaan fisik, morfologi dan atau fungsi yang mengalami perubahan dari kondisi normal karena beberapa penyebab dan terbagi atas 2 kelompok yaitu penyebab dari dalam (internal ) dan luar (eksternal) . Penyakit internal meliputi genetic, sekresi internal, imunodefesiensi, saraf dan metabolic. Sedangkan penyakit eksternal meliputi penyakit pathogen (parasit, jamur, bakteri, virus) dan non pathogen (lingkungan dan nutrisi ).

Parasit merupakan target pemeriksaan terhadap media pembawa hidup seperti kerapu hidup  dan lobster hidup. Penyakit parasitic merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering menyerang ikan terutama pada usaha pembenihan dan  pembesaran. Serangan parasit bisa mengakibatkan terganggunnya pertumbuhan, kematian bahkan penurunan  produksi ikan. Berbagai organisme yang bersifat parasit mulai dari protozoa, crusstacea dan annelida.

Di perairan bebas seperti di laut, terdapat berbagai macam parasit dengan variasi yang luas tetapi jumlahnya sedikit. Sedangkan dalam kegiatan budidaya, parasit terdapat .dengan variasi yang sedikit tetapi jumlahnya banyak.

Parasit dapat diartikan sebagai organisme yang hidup pada organisme lain yang mengambil makanan dari tubuh organisme tersebut, sehingga organisme yang tempatnya makan (inang) akan mengalami kerugian. Dialam parasit mempunyai peranan penting dalam dalam suatu ekosistem. Sedangkan dalam budidaya kehadiran parasit sangat dihindari.

Parasit ikan ada pada lingkungan perairan yang ada ikannya, tetapi belum tentu menyebabkan ikan menderita sakit. Ikan sebenarnya mempunyai daya tahan terhadap penyakit selama berada dalam kondisi lingkungan yang baik dan tubuhnya tidak diperlemah oleh berbagai sebab. Kolam yang tidak terawat merupakan tempat yang baik bagi organisme penyebab infeksi penyakit yang mungkin telah ada pada kolam atau juga berasal dari luar. Akan tetapi, selama kolam terjaga dengan baik serta lingkungan yang selalu mendapat perhatian, parasit dalam kolam maupun yang dari luar tidak akan mampu menimbulkan infeksi.

Serangan parasit merupakan masalah yang cukup serius dibanding dengan gangguan yang disebabkan oleh faktor lain. Penyerangan yang disebabkan oleh parasit biasanya tidak dapat diketahui gejalanya sehingga baru sadar ketika ikannya sudah mati dalam jumlah yang besar.

Berdasarkan cara penyerangan, parasit dibedakan atas 2 golongan yaitu golongan ektoparasit (eksternal) dan endoparasit (internal), Ektoparasit adalah parasit yang menyerang bagian luar kulit,sisik,lender,dan insang. Sementara itu endoparasit adalah parasit yang menyerang bagian dalam.

Lepas azan ashar dikomandankan kapal dengan kekuatan 10 Gt tersebut perlahan mulai bertolak dari pelabuhan dede toli-toli menuju Pulau Kabetan perjalanan akan ditempuh sekitar dua jam lamanya, Sepanjang perjalanan mata dimanjakan dengan indahnya pemandangan laut disore hari terdapat beberapa pulau yang dilewati diantaranya Pulau lutungan, nampak perumahan penduduk mengelilingi pinggiran pantai yang menandakan bahwa di pulau tersebut terdapat masyarakat pesisir yang mendiami pulau lutungan beragam pemandangan yang kami saksikan sebelum sampai di pulau kabetan tempat dimana dilakukan usaha budidaya kerapu dan lobster dengan kolam keramba, Hari sudah mulai gelap Perlahan sang surya mulai tenggelam dalam lautan yang tak bertepi kami pun sudah berlabuh di lokasi keramba di pulau kabetan. Hiruk pikuk pekerja di keramba dan kapalbermuatan ikan hidup tersebut tak luput dari pengawasan kami selama berada pulau kabetan.

Sesampainya didarat dan kapal katinting telah berlabuh di pinggiran pantai tanjung batu tak berhentinya bibir ini mengucap syukur, alhamdulillah sampai tulisan ini selesai penulis masih dalam lindungan yang kuasa (sang sutradara terhebat dalam setiap kisah kehidupan). ***

Penulis adalah Fungsional PHPI Pada Kantor Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Palu Wilayah Kerja Toli-toli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.