Peran Bhabinkamtibmas akan Dioptimalkan dalam Operasi Tinombala 2017

0
73
Ilustrasi aparat gabungan TNI-Polri yangtergabung dalam Satgas Operasi Tinombala berjaga wilaayh operasi. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

PALU, beritapalu.NET | Peran Bhabinkamtibmas akan dioptimalkan dalam kaitan tugas-tugas Operasi Tinombala 2017 yang saat ini sedang berlangsung di Kabupaten Poso.

Hal itu dinyatakan Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto yang juga juru bicara Satgas Tinombala terkait pasangan suami istri di Desa Torue Kabupaten parigiMoutong yang nyaris jadi korban saat beraktivitas di kebun.

“Partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam mendukung Operasi Tinombala 2017 yang sedang berlangsung untuk memburu sisa-sisa DPO kelompok MIT di Poso dan sekitarnya,” sebut Hari, Selasa (25/7/2017).

Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki kebun dan ladang di area yang dimungkinkan sebagai tempat persembunyian para DPO untuk selalu berkordinasi dengan aparat.

“Hal tersebut sangat penting untuk menghindari kemungkinan terburuk, misalnya kesalahpahaman di lapangan,” imbuhnya.

Hal yang sama menurutnya sudah dilakukan di Desa Tangkura Poso. Setiap petani yang akan ke kebun melapor kepada aparat dan aparat meminta identitas warga tersebut. Sehingga bila ada pergerakan pasukan, diketahui dengan pasti masih ada warga di kebun atau ladang.

“Ini sudah disampaikan di seluruh wilayah operasi oleh Bhabinkamtibmas kepada masyarakat binaannya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, aparat gabungan TNI-Polri melakukan tugas negara dengan dibekali oleh Standar Operasional Prosedur (SOP) dan jika ada gerakan yang mencurigakan di area pengamatannya maka dipastikan harus melakukan tindakan tegas, namun sesuai tahapan-tahapan yang ditentukan.

Masyarakat di sekitar daerah operasi  menurutnya harusnya melaporkan dirinya bila akan menuju atau tinggal di lokasi kebunnya. Namun yang terjadi di Torue, warga tersebut tidak memberitahukan keberadaannya kepada aparat ataupun Bhabinkamtibmas. Walau demikian, ia tidak sepenuhnya menyalahkan warga tersebut.

“Untungnya aparat masih berpegang pada SOP yang ditentukan masih melakukan peringatan baik lisan maupun tembakan peringatan. Seandainya aparat tidak berpegang pada SOP, kemungkinan jatuhnya korban warga bisa saja terjadi. Hal ini terus menjadi perhatian para penanggung jawab operasi, dan terus akan dilakukan evaluasi. Termasuk di dalamnya lebih mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dan aparat gabungan di pos dekat atau pos terdepan,” jelas Hari.

Sementara itu, Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Drs. Rudy Sufahriadi selaku Penanggung Jawab Komando Operasi Tinombala 2017, menghimbau kepada masyarakat untuk dapat berkoordinasi dengan aparat setempat apabila melakukan aktivitas baik secara rutin maupun insidentil di wilayah operasi.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat berkoordinasi dengan aparat setempat apabila melakukan aktivitas baik secara rutin maupun insidentil di wilayah operasi untuk dapat diberikan Pelayanan Polri berupa perlindungan dan rasa aman,” ujar Kapolda Sulteng. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.