KPPU Sayangkan Tingginya Harga Cabai di Transmart

0
133
Tim melakukan inspkesi harga-harga di swalayan Transmart, Kamis (1/6/2017). (Foto: beritapalu.NET)

PALU, beritapalu.NET | Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyayangkan tingginya harga cabai yang dijual di pasar modern atau swalayan dibanding pasar tradisional.

Dalam inspeksi mendadaknya pada Kamis (1/6/2017), Kepala KPPU Perwakilan  Makassar Ramli Simanjuntak yang turun bersama Walikota Palu Hidayat dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng Miyono, menemukan harga cabai di Transmart mencapai Rp83 ribu, sedangkan di pasar tradisional yang sudah diceknya hanya sekitar Rp40 ribu per kilogram.

Mendapatkan disparitas harga yang demikian tinggi, ketiga pejabat itu langsung memanggil Manager swalayan tersebut.

“Kenapa harga cabai di sini sangat tinggi. Di pasar tradisonal hanya sekitar Rp40 ribu, tapi disini tinggi sekali,” tanya Hidayat kepada manager Transmart.

Tidak jelas jawaban yang diberikan oleh manager transmart tersebut. Namun demikian, tim berharap manajemen transmart segera merevisi harga yag dinilai sangat tinggi tersebut.

“Ayo, marilah sama-sama kita bantu warga pada momentum ini,” ujar Kepala KPPU Perwakilan Makassar Ramli Simanjuntak.

Tak hanya menginspeksi harga cabai, sejumlah komoditas pangan lainnya juga dicek seperti telur ayam, daging dan sejumlah bahan pangan lainnya.

Sebelumnya di pasar induk Manonda Palu, tim tersebut turun mengecek harga daging. Mereka menilai harga daging sapi sebesar rata-rata Rp100 per kilogram masih normal dan cenderung stabil di harga tersebut.

Demikian pula harga daging ayam yang rata-rata Rp23 ribu per ekor. Kecuali telur yang mengalami kenaikan harga yang cukup tajam.

“Kenaikan harga telur ini akanenjadi perhatian KPPU,” sebut Ramli.

Terkait harga bawang putih yang secara umum di pasaran mengalami kenaikan, KPPU juga menemukan jika terjadi disparitas harga yang cukup tinggi.

Rata-rata pedagang di Palu dalam temuannya mendapatkan bawang putih itu dari Surabaya. Namun ia menilai harganya jauh kelewat tinggi, mencapai Rp88 ribu per kilogram, padahal harga normalnya hanya sekitar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu.

“Kami sudah melakukan penyidikan terkait kenaikan harga bawang putih ini,” aku Ramli lagi.

Sementara itu, manager Transmart Palu mengungkapkan, perbedaan harga yang terjadi antara di pasar tradisional dengan di tempatnya adalah hal yang lumrah. Antara lain karena soal tempat dan fasilitas yang diberikan.

Selain itu menurutnya, penurunan harga yang terjadi di pasar tradisional tidak serta merta saat itu juga harga harus turun juga di swalayan. “Butuh waktu, karena harus ada kalkulasi lagi,” sebutnya. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.