Terkait Video Viral “Larangan” Shalat Jumat, Ini Klarifikasi PT IMIP

0
104
Cuplikan video yang disinyalir berisi larangan shalat jumat di PT. Indonesia Tshingshang Stainless Steel (ITSS) yang berada di kawasan PT. IMIP. (capture from Youtube.com)

MOROWALI, beritapalu.NET | Terkait beredarnya video di media sosial yang berisi dugaan larangan shalat Jumat bagi karyawan PT Indonesia Tshingshang Stainless Steel (ITSS) yang berada di dalam kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Rabu (24/5/2017) digelar pertemuan antara jajaran direksi PT IMIP, Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Dalam pertemuan itu, hadir Ketua MUI Morowali, Mauludin dan Asisten 1 Pemda Morowali, Bambang. Sementara direksi PT IMIP diwakili Direktur Operasional, Irsan Widjaja, Direkrut HR dan Training, Zulkifli Arman dan Direktur Eksekutif, Suparni Parto.

Selama pertemuan berlangsung, pihak Pemda dan MUI Morowali meminta klarifikasi atau penjelasan dari pihak PT IMIP atas beredarnya video yang menjadi viral di media sosial tersebut.

Dalam penjelasannya, pihak direksi PT IMIP menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan miskomunikasi antara oknum karyawan Tiongkok yang menjabat sebagai Foreman atau pengawas dan tiga orang karyawan Indonesia yang meminta izin untuk menunaikan sholat Jumat.

“Oknum karyawan Tiongkok itu mengira bahwa pelaksanaan sholat Jumat sama seperti sholat lima waktu yang bisa dilakukan secara bergiliran,” kata Irsan Widjaja.

Meski demikian, kata Irsan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, dalam video tersebut tak ada satu pun kata atau kalimat dari oknum karyawan Tiongkok yang melarang pelaksanaan sholat Jumat. Dia hanya meminta sholat Jumat secara bergantian.

Koordinator Media Relation dan Publikasi PT IMIP, Dedy Kurniawan mengatakan, atas penjelasan tersebut, pihak Pemda dan MUI Morowali meminta manajemen untuk segera berkoordinasi jika muncul kembali kasus-kasus semacam itu.

“Manajemen perusahaan harus segera berkoordinasi dengan pemerintah karena hal ini merupakan masalah sensitif,” kata Dedy menirukan ucapan Bambang, Asisten satu  Pemda Morowali.

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako Palu itu mengatakan, pihak Pemda dan MUI Morowali merasa lega karena peristiwa yang terjadi di PT ITSS tersebut bukanlah kesengajaan, tetapi hanya masalah miskomunikasi saja.

Ke depan, kata Dedy, pihaknya akan semakin intensif memberikan pembekalan (induksi) kepada karyawan asal Tiongkok, guna mencegah peristiwa serupa terulang.

Usai pertemuan, pihak PT IMIP, Pemda dan MUI membuat surat pernyataan bersama yang isinya antara lain tidak ada kebijakan perusahaan untuk melarang pelaksanaan sholat lima waktu maupun shalat Jumat.

Perusahaan juga memberikan fasilitas rumah ibadah umat beragama, khususnya umat muslim. Perusahaan sangat berkomitmen untuk mendorong pelaksanaan ibadah keagamaan oleh karyawan di dalam perusahaan. Perusahaan memandang bahwa pelaksanaan ibadah keagamaan merupakan bagian dari pembinaan mental spiritual karyawan, yang oleh karena itu sangat diperhatikan perusahaan.

Perusahaan dan MUI bekerjasama dalam mengelola masalah keagamaan di dalam kawasan perusahaan. Kejadian yang ada saat ini adalah masalah miskomunikasi dan telah diselesaikan secara bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali dan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Morowali.

Semua pihak dalam pertemuan itu lalu menandatangani surat pernyataan tersebut. Pihak PT IMIP diwakili diwakili Direktur Operasional, Irsan Widjaja, Direkrut HR dan Training, Zulkifli Arman dan Direktur Eksekurif, Suparni Parto.

Turut bertandatangan Asisten Satu Pemda Morowali, Bambang, Ketua MUI Kabupaten Morowali, Mauluddin DAN Ketua Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bahodopi. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here