Presiden Jokowi Sampaikan Pesan Kebhinekaan di Kongres PMII

0
125
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan sambutan pada pembukaan Kongres ke-19 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5/2017). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/17)

PALU, beritapalu.NET | Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan-pesan kebhinekaan saat membuka kongres ke-19 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5/2017).

“Saya meminta seluruh elemen bangsa untuk menghentikan perbuatan saling menghujat, saling menjelekkan, saling memfitnah, saling menolak dan saling mendemo karena sesungguhnya kita ini bersaudara,” kata Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutannya.

Ia meminta agar pesan-pesan itu dijaga karena sesugungguhnya kita semua bersaudara.

“Habis energi kita untuk mengurus dema-demo dema-demo dema-demo,” kata Presiden

Di hadapan sekitar 6.000 kader PMII yang menghadiri kongres terebut, ia meminta agar para elit politik yang juga hadir pada kesempatan itu untuk member contoh kalimat-kalimat yang baik.

“Berikanlah pernyataan-pernyataan yang baik dan santun karena itulah karakter bangsa kita, jangan kehilangan jati diri dan karakter kita karena bangsa kita dikenal sebagai bangsa yang ramah, santun, dan sopan,” kata Presiden.

Presiden Jokowi mengaku sedih melihat setiap hari ratusan orang berdemo, ribuan, bahkan ratusan ribu. “Energi kita habis hanya untuk itu, belum lagi antarkita yang saling menghujat, menjelekkan, menfitnah, menolak,” sebutnya.

“Kita lupa kita ini bersaudara. Jangan saling menjelekkan dan menfitnah, karena kita ini saudara, baik sesama muslim, baik sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air, ini betul-betul tidak produktif, habis energi untuk urus hal-hal seperti itu,” imbuhnya.

“Kita memang berbeda dan beraneka ragam tapi inilah kekuatan kita. Bangsa ini besar, ada 17.000 pulau, 500 lebih kabupaten kota, 33 provinsi, 714 suku, 1.100 bahasa lokal. Bangsa mana seberagam itu. Ini takdir Allah yang diberikan untuk dirawat dan dijaga,” katanya.

Terhadap para kader PMII, Presiden juga berpesan agar jangan hanya bermimpi untuk menjadi politisi, tetapi bermimpilah jadi wiraswastawan, karena menurutnya baru 1,6 persen entrepreneur di negara ini, yang normalnya di atas lima persen.

“Jadilah pengusaha dengan gagasan-gagasan yang besar, jadilah developer software, aplikasi, animasi, games-games. Anak-anak muda bertarungnya di situ, karena pasar nanti bukan di pasar nyata lagi tapi di e-commerce, online store, dan negara-negara tetangga kita semua sudah lewati itu, kita masih tertinggal,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Ketua Umum PMII Aminuddin Ma’ruf dalam sambutan pembukanya menegaskan, PMII tidak ingin menjadi kelompok yang menambah berat beban bangsa tetapi menjadi pembuat solusi dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi untuk tegaknya NKRI dan sejahteranya bangsa Indonesia.

Pembukaan kongres itu juga dihadiri sejumlah meneeri seperti Menko PMK Puan Maharani, Menristek Dikti Mohamad Nasir, Ketua DPD RI Osman Sapta Odang, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Forkominda Sulteng dan sejumlah undangan lainnya. (afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.