Penggusuran di Banggai, 343 KK Kehilangan Tempat Tinggal

0
151
Pengendara melintas didekat lokasi penggusuran di Kelurahan Keraton Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai, Jumat (12/5). (Foto: Opan)

BANGGAI, beritapalu.NET | Sedikitnya 343 KepalaKeluarga(KK) atau sekitar  1.114 warga kehilangan tempat tinggal setelah digusur paksa dari komplek Tanjung, Kelurahan Keraton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai.

Penggusuran paksa itu terkait sengketa lahan seluas sekitar 6 hektare antara Hadin Lahusu dan Husen Taferokila.

Jaelani Musa, salah seorang  korbanpenggusuran menyatakan,  pemerintah harus bertanggung jawab atas penggusuran secara paksa tanpa alasan yang jelas.

“Pemerintah daerah dan pusat harus bertanggung jawab atas terjadinya penggusuran 343 kepala keluarga,” ujarnya seperti dilansir antarasulteng.com.

Ia menyebutkan pemerintah tidak menyediakan ganti rugi bangunan sebelum dilaksanakan eksekusi yang berlangsung pada tanggal 3 Mei 2017 pukul 09.00 Wita.

“Tidak ada ganti rugi dari pemerintah. Karena itu kami menuntut keadilan dan akan tetap bertahan di lokasi penggusuran,” ujarnya.

Sementara itu korban penggusuran lainnya Baarudin menyatakan bahwa pemerintah telah keliru melakukan eksekusi terhadap permukiman warga di atas lahan 6 hektare.

Dikarenakan, sebut dia, Hadin Lahusu dan Husen Taferokila hanya bersengketa dua bidang tanah di atas lahan 6 hektare.

“Yang digusur yaitu seluruh bangunan di atas lahan 6 hektare. Padahal yang bersengketa yang menyengketakan dua bidang tanah di lahan 6 hektare,” sebutnya.

Esekusi permukiman dan bangunan milik warga dilakukan atas putusan Mahkamah Agung Nomor 2357 K/Pdt./1997 perkara kasasi perdata antara Hadin Lamusu melawan Husen Taferokila.

Kemudian Kepolisian Resor Banggai mengeluarkan himbauan nomor 579/ IV/ 2017 tentang masyarakat bermukim di objek eksekusi untuk meninggalkan tempat.

Himbauan yang ditandatangani Kapolres Banggai AKBP Benni Baehaki Rustandi tanggal 21 April 2017 itu terdapat tiga poin yang salah satu meminta masyarakat meninggalkan tempat eksekusi tanggal 10-16 Mei 2017.

Seluruh bangunan warga di atas lahan itu sudah rata dengan tanah, aktivitas kegiatan masyarakat tidak berjalan normal. Sebanyak 248 bangunan hunian milik warga digusur, terdapat 18 bangunan yang masih utuh salah satunya yaitu tower milik Telkomsel serta bangunan gudang. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.