Tadulako  Notutura di Area Bekas Reklamasi Pantai Talise

0
122
Salah satu tontonan dalam Tadulako Notutura di areal terbuka bekas reklamasi pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/5/2017) malam. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/17)

PALU, beritapalu.NET | Malam Minggu (6/5/2017) di pantai Talise, tepatnya di sisa bekas reklamasi, sejumlah orang berkumpul. Mata orang-orang itu tertuju ke arah pantai dengan sebuah panggung yang di topang perahu.

Di tempat itu, Komunitas Seni Lobo menggelar “Tadulako Notutura” atau cerita sejarah kepahlawanan Tadulako bertajuk Sastra Pesisir Melintas Batas Damai.

Direktur Komunitas Seni Lobo Arifin Baderan menyebutkan, memprotes kebijakan pemerintah tidak selalu dengan turun ke jalan atau berunjuk rasa. Berkesenian juga bisa mengakomodir ketidaksenangan atas sebuah kebijakan.

Modelnya antara lain seperti yang dilakukannya di bekas reklamasi pantai itu. “Kita tidak mau ruang-ruang public dikavling-kavling segelintir orang. Bagaimana menyuarakannya? Seperti Tadulako Notutura inilah ekpresi itu kami sampaikan,” ujarnya.

Pengunjung mengamati karya sastra anak yang dipamerkan di Pantai Talise Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/5/2017) malam. (Foto:bmzIMAGES/Basri Marzuki/17)

Tidak sebatas memprotes, kegiatan itu juga untuk mengapresiasi semangat berkarya dan berkesenian di daerah ini, yang kali ini tema sentralnya tentang sastra.

“Kami berhasil meraih Hibah Cipta Perdamaian dari Yayasan Kelola Jakarta. Fokusnya adalah bagaimana menggali dan mendorong potensi sastra di kalangan warga,” jelasnya.

Karena itu, selain pementasan bernuansa sastra, kegiatan itu juga dirangkai dengan workshop penulisan puisi untuk tingkat SD dan SMA. Hasil workshop itu kemudian dipamerkan di tempat tersebut.

Sejumlah pementasan mewarnai kegiatan itu antara lain oleh Lawan Catur Ensamble, Ichsanul Amal, Ais Mangala, Surya Agung Setiawan danKelompok Nyanyian Semesta. (afd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here