Megadeth,Tak Ada yang Bisa Menghentikan

0
115
Dave Mustanie, gitaris dan vokalis grup musik asal Amerika Serikat yang beraliran heavy metal Megadeth beraksi dalam konser di Tennis Outdoor stadion Jakarta, Kamis (25/10/2007). (Foto: Kompas/Yuniadhi Agung)

JAKARTA,beritapalu.NET | Megadeth, raksasa metal yang baru saja menerima Grammy Awards itu, sedang menggaungkan album “Dystopia” ke seluruh dunia. Minggu, 7 Mei 2017, mereka konser di Festival Hammersonic, Ancol, Jakarta.

Musim di New York pada 11 April 1983 itu segera berganti, begitu juga band Metallica. Sekitar pukul 10.00 pagi, Dave Mustaine dibangunkan anggota Metallica lainnya, James Hetfield, Lars Ulrich, dan Cliff Burton. Mereka memberi tahu keputusan yang mengganggu tidur Mustaine: ia bukan lagi anggota Metallica. Mustaine dipecat.

”Aku bilang, ’Tunggu dulu, tanpa peringatan, tanpa kesempatan kedua’?” kenang Mustaine yang kepalanya masih pengar kebanyakan minum. ”Mereka mengangkat bahu dan bilang, ’Tidak’.”

David Scott Mustaine—begitu nama panjang Dave—lahir pada 13 September 1961 di La Mesa, San Diego County, California. Ia adalah anak keempat, lelaki pertama, dari pasangan John dan Emily. Kedua orangtuanya bercerai ketika Mustaine berusia empat tahun. Setelah perceraian itu, Mustaine dan sekandungnya tinggal bareng sang ibu. John menjadi mantan suami yang menyebalkan. Ia selalu cari gara-gara. Supaya bebas dari gangguan, Emily mengajak anak-anaknya berpindah tempat tinggal di seantero California.

”Kami seperti keluarga dalam pelarian,” kata Mustaine seperti tertulis di buku Birth, School, Metallica, Death: Volume I susunan Paul Brannigan dan Ian Winwood.

Keretakan rumah tangga itu tak banyak berpengaruh pada masa sekolah Mustaine, malah ia bisa bergaul dan punya banyak teman karena punya bakat musik dan olahraga. Ketika Mustaine lulus SD, sang ibu menyisihkan sebagian upahnya sebagai pembantu rumah tangga untuk membeli gitar akustik untuk Mustaine. Ia pun asyik belajar sendiri akord dasar gitar.

Selayaknya remaja yang baru belajar gitar, Mustaine bergabung di band bareng John Vorhees dan sepupunya, Mark Balli. Mereka membawakan lagu-lagu David Bowie, Kiss, dan Led Zeppelin di pesta-pesta barbeque halaman rumah. Rupanya, ia merasa gitar bisa memberinya popularitas di kalangan cewek-cewek.

”Ada cewek cakep yang nonton bareng temen-nya temen-ku. Begitu tahu aku bisa main gitar, cewek itu memutuskan cowoknya dan berpaling kepadaku. Wah, hanya karena aku bisa main gitar, aku bisa kencan. Asyik nih!” katanya.

Maka, Mustaine mulai melakoni rock ’n roll dan seks. Tak butuh waktu lama bagi dia merambah satu lagi kebengalan ala anak muda California era 1970-an: obat-obatan.

Mustaine pertama kali teler pada umur 13 tahun. Dua tahun kemudian, dia berjualan ganja di rumah. Dari berjualan itu, Mustaine dapat uang, teman-teman baru, juga reputasi. Salah satu pelanggannya sering membayar dengan album rock dan metal kalau sedang bokek. Untuk pertama kali ia merasa hidupnya penting dan dihargai.

”Pokoknya rock ’n roll abis! Bayangkan, ada gitar di punggungku, ada belati di pinggang, dan ada seringai di wajahku. Itu saja sudah lebih dari cukup”, tulis Mustaine di buku otobiografi Mustaine: A Life in Metal.  (kompas.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.