Pemerhati Lingkungan Banggai Gelar Aksi Kampanye Perlindungan Wilayah Laut

0
152
Pemerhati lingkungan laut pada aksi peduli di Bnggai, Selasa (25/4/2017). (Foto:Abal)

BANGGAI, beritapalu.NET | Sebagian orang sudah mengetahui keindahan bawah laut yang memiliki lamun dan terumbu karang dengan berbagai jenis ikan dan makhluk lainnya dan sebagian juga menikmati pesisir pantai yang indah. Namun apa jadinya jika semua itu rusak? Tentu akan menganggu keseimbangan alam dan memengaruhi kehidupan manusia.

“Tidak hanya hari ini, hari-hari ke depan kami yang tergabung dalam organisasi  peduli akan keberlanjutan ekosistem terumbu karang, lamun dan pesisir pantai peduli terhadap perlindungan wilayah laut mengingat kekayaan alam laut ini juga penting untuk penghidupan kita,” ujar Herman Tope kordinator aksi penyelamatan dan perlindungan terumbu karang, lamun dan pesisir pantai, Selasa(25/4) di Bundaran Tugu Adipura, Luwuk Kabupaten Banggai.

Herman Tope mengatakan bumi meliputi daratan dan lautan dimana hampir 70% merupakan lautan dan sisanya 30% merupakan daratan.  Lautan merupakan habitat bagi organisme-organisme perairan baik di perairan dalam maupun perairan dangkal.

Keanekaragaman yang terdapat di lautan sangat bervariasi mulai dari jenis-jenis ikan dan biota perairan lainnya. Lautan merupakan kawasan biodiversitas yang perlu dilindungi dan dijaga kelestariannya.  Untuk itu perlu adanya suatu zonasi atau daerah perlindungan laut.

Hal senada juga disampaikan Ketua Relawan Orang dan Alam (ROA) Subarkah bahwa Daerah Perlindungan Laut (DPL) atau Marine Sanctuary adalah suatu kawasan laut yang terdiri atas berbagai habitat, seperti terumbu karang, lamun, dan hutan bakau, dan lainnya baik sebagian atau seluruhnya, yang dikelola dan dilindungi yang bertujuan untuk melindungi keunikan, keindahan, dan produktivitas atau rehabilitasi suatu kawasan atau kedua-duanya.

“DPL juga penting bagi masyarakat setempat sebagai salah satu cara meningkatkan produksi perikanan (terutama ikan yang berasosiasi dengan terumbu karang), memperoleh pendapatan tambahan melalui kegiatan penyelaman wisata bahari, dan pemberdayaan pada masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan sumberdaya mereka,” terang Subarkah.

Tak hanya itu, keberadaan DPL dapat meminimalisir berbagai masalah lingkungan yang terjadi di wilayah pesisir seperti; pencemaran lingkungan, penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, pengambilan terumbu karang, atau berbagai bentuk degradasi habitat pesisir lainnya memerlukan tindakan-tindakan yang pemulihan dan pencegahan agar tidak berdampak pada menurunnya produksi perikanan secara langsung atau tidak langsung serta menjaga kelangsungan sumber daya perikanan secara optimal dan berkelanjutan.

Program ini harus mencakup mekanisme yang menjamin adanya keikutsertaan masyarakat secara tepat dan efektif dalam pengambilan keputusan pengelolaan pesisir, sehingga kerjasama pengelolaan sumberdaya pesisir dapat tercapai secara efektif. Kondisi ini adalah sebagai suatu bagian dari langkah-langkah pengelolaan dan perlindungan sumber daya laut, pengembangan dan pengelolaan DPL dengan melihat potensi sumber daya lokal dan ramah lingkungan dan mendorong Keterlibatan aktif masyarakat secara luas dalam sistem pengelolaan dalam sumber daya laut.

“Kami Masyarakat yang peduli terhadap daerah mendorong upaya pembentukkan daerah perlindungan laut bersama-sama masyarakat di wilayah Kabupaten Banggai dan melakukan berbagai kegiatan-kegiatan untuk mengkampanyekan penyelamatan lingkungan dan pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan dan lestari”tegasnya.(afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.