Banjir Bandang Rubuhkan Tower PLN, Palu Pemadaman Bergilir

0
82

Butuh 8 Hari Untuk Perbaikan

Inilah tower transmisi SUTT PLN Poso-Sidera yang rubuh diterjang banjir bandang di Poso, Senin (24/4/2017). (Foto: istimewa)

POSO, beritapalu.NET | Banjir bandang di Desa Tabalu, Poso Pesisir Selatan pada Senin (24/4/2017) mengakibatkan sebuah tower transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV yang menghubungkan Poso-Sidera rubuh.

Akibatnya, kebutuhan daya untuk pelanggan daerah Parigi hingga Kota Palu sebesar 60MW yang sebelumnya disuplai PLTA Poso tidak dapat tersalurkan. Tak ada jalan lain kecuali memanfaatkan PLTD Silae dan PLTU Tawaeli untuk suplai listrik, itu pun dengan suplai bergilir.

DM Hukum dan Komunikasi PLN Wilayah Suluttenggo Jantje Rau dalam keterangannya mengungkapkan, tower transmisi SUTTyang menghubungkan Poso-Sidera rubuh pada pukul 08.30 Wita akibat banjir bandang yang dimulai dari hujan lebat sejak pukul 22.00 malam sejak Minggu (23/4/2017).

“Hal tersebut menyebabkan pondasi tower tergerus dan membuat Tower No. 46 transmisi Poso-Sidera rubuh,” sebutnya.

General Manager PLN Wilayah Suluttenggo, Baringin Nababan menyatakan, PLN  saat ini telah membentuk tim task force yang terdiri dari Tim Har Penyaluran AP2B Minahasa, Tim Har UPT Makassar, dan Tim Jasa Stringing Mitra UPP Kitring Sulteng disiapkan untuk melakukan percepatan recovery sistem dengan mendirikan tower ERS yang rencananya Senin (24/4/2017) malam ini diberangkatkan dari Makassar dan Gorontalo.

Sementara itu, Manajer AP2B Minahasa Sugeng Hidayat menambahkan bahwa kondisi tower sebelumnya, yaitu pada Inspeksi petugas PLN (mandor line) terakhir pada tanggal (18/04/2017) menyatakan bahwa jarak tower dari sungai masih 30 meter dengan lahan datar  disekitarnya, dimana status tersebut masih terbilang aman.

Kejadian tower No. 46 yang rubuh tersebut menyebabkan kebutuhan daya pelanggan daerah Parigi hingga Kota Palu sebesar 60MW yang sebelumnya disuplai PLTA Poso tidak dapat tersalurkan. Sedangkan saat ini sistem Sulawesi Tengah hanya dilayani dari PLTD dan PLTU Tawaeli.

Saat ini seluruh jajaran manajemen dan petugas PLN sedang mengevaluasi dan menyusun langkah-langkah untuk melakukan recovery paska tower No. 46 yang rubuh yaitu dengan melakukan langkah-langkah pembentukan tim taskforce, mendatangkan Tower ERS dari Makassar dan Gorontalo, proses erection Tower ERS, dan stringing konduktor.

Estimasi proses recovery tersebut disebutkan kurang lebih akan memakan waktu selama 8 hari.

“PLN juga telah membuat posko terkait informasi pemulihan sistem yang berlokasi di kantor PLN Area Palu di Jl. kartini no. 26. Di posko tersebut juga PLN menyediakan suplai listrik darurat untuk masyarakat yang membutuhkan listrik untuk alat-alat elektronik,” imbuhnya.

PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan terutama di daerah Palu dan sekitarnya.

(afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.