Pawai Ogoh-Ogoh Jelang Hari Raya Nyepi di Palu Berlangsung Meriah

0
133
Sejumlah pemuda Hindu menggotong ogoh-ogoh pada Pawai Ogoh-Ogoh menjelang HariRaya Nyepi tahun baru Saka 1939 di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (27/3/2017). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/17)

PALU, beritapalu.NET | Pawai ogoh-ogoh yang digelar umat Hindu di Palu menjelang Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1939 di Palu, Senin (27/3/2017) berlangsung meriah.

Ribuan warga tumplek di sepanjang jalan yang dilalui oleh usungan ogoh-ogoh tersebut untuk melihat langsung pawai yang tidak setiap saat digelar itu.

Setidaknya ada 7 ogoh-ogoh dalam berbagai ukuran dan jenis mengikuti pawai tersebut. Sorak sorai para pengusung yang terdiri dari para pemuda Hindu itu menambah semaraknya kegiatan tersebut.

Sejumlah warga tampak berusaha mengabadaikan momentum tersebut, termasuk berswafoto bersama ogoh-ogoh yang melambangkan sifat buruk itu.

Sepanjang rute yang dilalui mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Samratulangi, Yos Sudarso hingga kembali ke Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha Palu, warga terus mengerubuti.

Dalam catatan beritapalu.NET, sejak 5 tahun lalu perayaan menjelang Nyepi di Palu selalu dimeriahkan dengan pawaiogoh-ogoh. Selain menjadi ritual tersendiri bagi umat Hindu, pawai ogoh-ogoh itu juga menjadi tontonan dan hiburan bagi warga setempat.

Salah seorang pemuka agama Hindu menyatakan, ogoh-ogoh itu adalah simbolisasi dari sifat-sifat buruk manusia dan alam. Sifat itu dipertontonkan agar tidak ditiru yang akhirnya harus diusir dengan cara dibakar.

Sementara itu, menjelang perayaan detik-detik Nyepi tersebut, umat Hindu di Palu melakukan persembahyangan Tawur Agung Kesanga di Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha Palu.

Selama Nyepi, umat Hindu akan berpuasa mulai pukul 24.00 WITA selama 24 jam penuh.

“Selama melaksanakan Nyepi, umat Hindu berpuasa dan tidak boleh melakukan aktivitas apapun. Jadi benar-benar berdiam diri untuk merenung. Diharapkan tidak hanya sekedar acara seremonial, namun tuntutan dan kewajiban umat Hindu dalam beribadat perlu direalisasikan agar keseimbangan bisa dijaga dengan menghormati Sang Pencipta, makhluk hidup dan alam,” jelasnya. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here