Kuasa Hukum Petani Bohotokong Tolak Dakwaan JPU

0
37
Aksi mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat sipil di depan Pengadilan Negeri Luwuk, Selasa (7/2/2017). Mereka menuntut Pembebasan terhadap Apet Madili. (Foto:Istimewa)

LUWUK, beritapalu.NET | Syahrudin A. Douw, SH, Kuasa hukum terdakwa Saprudin Madili alias Apet dalam eksepsinya menolak dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Luwuk Selasa (7/2/216).

Saprudin Madili alias Apet adalah korban kriminalisasi petani yang di dakwa melakukan pencurian buah kelapa pada lokasi perkebunan milik PT. Saritama Jaya Abadi di Desa Bohotokong Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai. Sehingga Jaksa Penuntut Umum mengacam Apet dengan Pasal 3662 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1), dan Pasal 406 Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Menurut Etal sapaan akrab pengacara ini, seharusnya Terdakwa haruslah dinyatakan lepas dari segala tuntutan hukum. Hal ini dikarenakan perkara yang diajukan oleh Penuntut Umum merupakan perbuatan Perdata. Sebab kelapa yang dipanen oleh Apet Madili adalah kelapa yang pohonnya ditanam sendiri oleh Apet Madili.

Selain itu juga, kata Etal ini dapat dibuktikan dengan adanya gugatan perdata oleh Teo Nayoan sebagai Direktur PT. Anugerah saritama Abadi pada tahun 2000. Ditambah lagi dengan perjanjian antara Bapak kandung Apet Madili atas nama Abas Madili dengan Djemi Nayoan tentang bagi hasil tanaman kelapa.

Sehingga berdasarkan fakta tersebut, Kuasa Hukum menyebut bahwa Penyidik dan Penuntut Umum telah memaksakan perkara yang bernuansa Perdata menjadi perrkara pidana untuk melanggengkan perampasan hak milik Apet madili.

Ketua Majelis Hakim, dalam persidangan mengatakan memberikan kesempatan kepda JPU untuk menanggapi eksepsi dari terdakwa Apet. Dan meminta kepada Penasehat Hukum untuk memberikan lampiran eksepsi yang dibacakan untuk diberika kepada Jaksa.

Dalam Persidangan tersebut juga diwarnai dengan aksi yang dilakukan oleh Mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat sipil didepan pengadilan negeri Luwuk, mereka menuntut Pembebasan terhadap Apet Madili, Koordinator Aksi Syarif Mang menyampaikan bahwa kriminalisasi terhadap petani Bahotokong telah terjadi sebanyak 31 kali. Hingga tahun ini sudah 12 orang petani yang berhasil dipenjarakan diobyek yang sama. Untuk peristiwa Bahotokong adalah peristiwa murni kriminalisasi terhadap petani yang menggarap lahannya sendiri.

Massa Aksi sempat ditemui oleh Wakil ketua Pengadilan Negeri Luwuk, dan menjajikan akan berusaha se-objektif mungkin berdasarkan fakta persidangan dan fakta hukum dalam memutus perkara tersebut. Setelah itu, Syarif Mang mengajak semua peserta aksi untuk masuk kedalam ruang persidangan sebagai bentuk dukungan Moral terhadap Saprudin Madili alias Apet.(wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here