TKA Ilegal Kian Banyak, Data Jumlah Tak Sesuai Fakta, Jatam Sulteng Pun “Gerah”

0
29
Sejumlah aktivis Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulawesi Tengah berunjuk rasa di depan Kantor Imigrasi Kelas 1 di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (2/2/2017). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/17)

PALU, beritapalu.NET | Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng “gerah” dengan malang melintangnya orang asing yang secara bebas bekerja di sejumlah perusahaan di daerah ini, terutama di sektor pertambangan.

Kegerahan itu makin menjadi-jadi lantaran data yang disuguhkan oleh intansi terkait hanya menyebut jumlahnya berkisar 1.200-an, padahal faktanya menurut mereka, tidak kurang dari 6.000-an Tenaga Kerja Asing (TKA) di sejumlah perusahaan terutama pertambangan, lebih khusus lagi di Kabupaten Morowali.

“Arkhhh…!!!” begitu Direktur Jatam Sulteng Syahrudin Ariestal Douw menumpahkan kesalnya dengan data-data tersebut ketika memimpin sejumlah aktivis Jatam Sulteng berunjuk rasa di Kantor Imigrasi Kelas 1 Palu, Kamis (2/2/2017).

“Apa sebenarnya yang terjadi dengan negeri ini. Mengapa begitu banyak orang asing yang bekerja di daerah ini. Apa orang-orang di daerah ini tidak bisa. Bayangkan kalau sekadar menyusun batu bata saja atau mendorong lori atau pekerjaan non skill lainnya harus dikerjakan orang asing juga. Mau kerja apa orang-orang setempat. Ini layaknya zaman kolonial saja,” sebut Syahrudin.

Koordiator aksi, Alkiyat dalam selebarannya mengungkapkan, data yang dirilis oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng menyebutkan, jumlah TKA di Sulteng hanya 1.292 orang dan sebagian besarnya bekerja di sejumlah perusahaan tambang di Morowali.

Namun faktanya lanjutnya, berdasarkan keterangan sejumlah mantan karyawan di perusahaan-perusahaan tambang itu, jumlahnya tidak kurang dari 6.000-an TKA.

Ia juga tidak meyakini jika para TKA itu memiliki Keterangan Izin Tinggal Sementara (KITAS) dan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA).

“Kami datang ke Kantor Imigrasi Palu karena instansi inilah yang paling bertanggung jawab atas masuknya tenaga asing itu,” sebut Alkiyat.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Kelas 1 Palu Suparman didampingi Kepala Bidang Intelijen Sohirin yang menerima peserta aksi itu mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pengusutan terutama para TKA yang masuk tanpa izin tersebut.

Ia mengatakan, dari laporan yang diterimanya, tak sedikit dari TKA yang masuk ke Morowali melalui Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Karena masuk ke Morowali melalu Kendari, maka perizinannya melalui Kendari. Karena itu, kami sedang berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi di Kendari tentang siapa-siapa dan berapa orang yang memiliki izin tersebut,” jelasnya.

Imigrasi Palu juga menyampaikan apresiasinya jika Jatam Sulteng dapat memberikan data-data terkait TKA yang diduga illegal itu. “Itu yang sedang kami usahakan juga. Jika memang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku, kami akan tindak tegas hingga deportasi,” tandas Suparman. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here