Kopertis – BKKBN Launching Modul 1000 Hari Pertama Kehidupan

0
57
Launching Modul 1000 Hari Pertama Kehidupan di Makassar, Kamis (24/11/2016). (Foto: Nasrullah)
Launching Modul 1000 Hari Pertama Kehidupan di Makassar, Kamis (24/11/2016). (Foto: Nasrullah)

MAKASSAR, beritapalu.NET |  Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi  Prof Dr Ir Hj Andi Niartiningsih, MP bersama Kepala BKKBN Provinsi Sulsel Ny Hj Rini Riatika Djohari melaunching Modul 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),  Kamis ( 24/11/2016) di Hotel Remcy Makassar.

Launching yang didahului dengan penandatangan kerjasama ini  disaksikan Dirjen  Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti, Prof  Dr Ir Intang Achmad,  P.hD. Hadir  Sespel Kopertis IX  Dr Hawignyo, MP, para kepala perwakilan BKKBN  Provinsi Gorontalo,  BKKBN Provinsi Sulbar dan Sultra,  sejumlah  pimpinan  PTS Kesehatan lingkup Kopertis IX,  Forum Keperawatan, Forum Kebidanan, IBI dan sejumlah organisasi bidang kesehatan  se Sulawesi, juga mantan Kepala BKKBN Sulsel Anwar M. Diah.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti, Prof Dr Ir Intang Achmad, P.hD, mengakui  kerjasama BKKBN dengan Kopertis IX Sulawesi dalam pembuatan modul pembelajaran 1000 HPK adalah  yang pertama di Indonesia, dan ini dianggap sangat luar biasa dan perlu direspon.

Dikatakan Intan Achmad, 1000 HPK di sebagian besar masyarakat dianggap masih oke-oke saja, tidak ada yang luar biasa. Padahal menurut Intang,  dalam  1000 HPK inilah yang sangat menentukan lahirnya sebuah generasi-generasi unggul, generasi masa depan bangsa.

 Olehnya itu maka dengan  1000 HPK dengan  dibantu oleh tenaga kesehatan  yang memiliki  keterampilan di bidang kesehatan maka kehidupan ini bisa direncanakan untuk  menghasilkan generasi  yang berkualitas.

Dalam kesempatan ini Intang juga menyinggung soal ujian kompeteni bagi lulusan tenaga kesehatan. Menurutnya ujian kompetensi ini penting dalam rangka  melihat sejauh mana kemampuan atau skill yang dimiliki lulusan perguruan tinggi kesehatan yang bersangkutan.

Dia juga mengakui dalam uji kompetensi ini masih banyak  masalah yang dihadapi terutama  tingkat kelulusannya yang masih  rendah. Tapi dalam  satu tahun dua tahun terakhir ini lulusan ujian kompetensi sudah mulai menggembirakan tingkat kelulusan sudah mencapai 70 persen.

Sementara itu Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Ir HJ Andi Niartiningsih, MP, dalam sambutannya, mengakui  dari 353 perguruan tinggi swasta lingkup Kopertis IX Sulawesi  yang masih masalah adalah soal rasio dosen terutama di  kampus PTS Kesehatan.  Ada 163 PTS di Kopertis IX Sulawesi  terbanyak di Sulsel yaitu 102 PTS Kesehatan.

Dia juga menyinggung tentang modul  1000 HPK ini bisa menjadi modul  sekaligus bisa dimanfaatkan  sebagai  acuan  dalam penyusunan  kurikulum  pembelajaran di institusi kesehatan.

Sementara Ketua Panitia Dr Patmawati Bagenda, S.Kep, M.Kes, melaporkan yang melatar belakangi kerjasama pembuatan modul ini mengingat masih tingginya angka kematian ibu dan anak, kekurangan gizi bagi ibu dan anak juga masih tinggi dan ini bisa membuat perkembangan anak tidak terkontrol yang bisa mengakibatkan kerusakan  permanem bagi anak. (nasrullah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.