Menjaring Turis dari Surga Tersembunyi di Teluk Tomori

0
141
Pelabuhan Kolonodale, Morowali Utara, Sulawesi Tengah. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Pelabuhan Kolonodale, Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

PRIA paruh baya yang dipanggil Opa itu duduk santai di geladak perahunya yang bersih. Sesekali pandangannya diarahkan ke daratan di gerbang masuk Pelabuhan Kolonodale. Pelabuhan itu adalah salah satu fasilitas yang dimiliki kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah yang baru terbentuk sejak 3 tahun terakhir ini.

Opa menunggui perahunya untuk mengangkut penumpang menuju pulau-pulau di Teluk Tomori. (Foto: bmzIAMGES/Basri Marzuki/16)
Opa menunggui perahunya untuk mengangkut penumpang menuju pulau-pulau di Teluk Tomori. (Foto: bmzIAMGES/Basri Marzuki/16)

Rupanya Opa sedang menunggui rombongan fotografer yang sudah memesannya sehari sebelumnya  untuk diangkut ke sejumlah titik di Teluk Tomori. Fotografer yang jumlahnya mencapai 10 orang itu mengemban misi mengabadikan keindahan teluk itu untuk promo wisata. Pemda Morut memang ingin menjaring wisatawan dari keindahan Teluk Tomori.

Tepat puku 08.15 Wita, rombongan fotografer itu berkumpul dan segera mengisi ruang-ruang perahu yang memanjang sekitar 13 meter itu. Operator mesin segera mengambil engkel untuk menyalakan mesinnya. Tak perlu tenaga ekstra, mesin perahu yang cukup terawat itu cukup mudah dinyalakan.

Pulau Tokonanaka. bentangan pasir putih dan sosiokultural warganya yang cukup memikat. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Pulau Tokonanaka di Teluk Tomori dengan bentangan pasir putih dan sosiokultural warganya yang cukup memikat. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

Selama 1,5 jam perjalanan, rombongan pun sampai di spot pertama, yakni di Pulau Tokonanaka (Pulau Nangka). Pulau ini relatif tidak terlalu luas, namun relatif lebih besar dari beberapa gugusan pulau lainnya dan berpenghuni sekitar 100 Kepala Keluarga.

Pasir putih menjadi keunggulan utama pulau ini. Pasir itu membentang hampir di seluruh bibir pantai. Seusai namanya, di pulau ini banyak tumbuh pohon nangka. Selain nangka, pulau ini juga dikenal dengan pulau sagu karena banyak terdapat di pulau tersebut.

Kehidupan warga setempat dengan rumah-rumahkhas di pnggir pantai di Pulau Tokonanaka, Teluk Tomori. (Fto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Kehidupan warga setempat dengan rumah-rumahkhas di pinggir pantai di Pulau Tokonanaka, Teluk Tomori. (Fto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Di pulau ini juga sedang dibangun jalan lingkar yang mengitari pulau. “Rencananya akan dibangun beberapa cottage di pulau ini agar wisatwan dapat menikmati keindahan pulau ini, terutama pasir putih yang apabila air sedang surut, pasir putih itu kelihatan jelas menonjol di antara air laut yang menghampar,” kata Ali, pemandu perjalanan itu.

Ali bahkan menyebutkan, dengan selesaianya jalan lingkar di pulau Tokonakaka itu, kegiatan berutapa triathlon internasional sudah dapat digelar di pulau itu. “Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa selesai,” harapnya.

Batu Payung di Teuk Tomori. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Batu Payung di Teuk Tomori. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

Spot kedua adalah Batu Payung yang letaknya tidak jauh dari Pulau Tokonanaka. Batu payung adalah batu berbentuk payung yang menjulang di tengah laut di teluk tersebut. Batu itu sesungguhnya adalah batu alluvial yang terus tergerus oleh ombak sehingga membentuk payung. Jika air sedang surut, bentuknya menjadi sangat jelas dengan tiang yang kecil dan bagian atasnya yang lebar mirip payung.

Batu ini akan membuat decak kagum karena ukurannya cukup besar degan diameter lebih dari 15 meter dan letaknya persis di tengah-tengah dua pulau yang menghimpitnya.

Situs Tapak Tangan di gunung karst Teluk Tomori. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Situs Tapak Tangan di gunung karst Teluk Tomori. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

Spot ketiga adalah tapak tangan yang terletak di tebing gunung karst di teluk tersebut. Konon tapak tangan yang ukurannya cukup besar dibanding dengan tangan manusia saat ini, sudaha da sejak 3.000 tahun lalu. Semua tapak tangan yang tercap di batu gunung itu adalah tangan kanan yang pasangannya, yakni tapak kiri terletak di pulau lainnya yang cukup jauh.

“Bagaimana bisa yang kanan ada di sini lalu tapak kiri ada di pulau lain,” tanya salah seorang peserta. Jawaban itu tetap menjadi misteri hingga sekarang. Yang pasti kata Ali lagi, tapak tangan yangterlihat saat ini tersisa tiga tapak saja, sebelumnya cukup banyak namun tergerus oleh tetesan air dari gunung.

Dari ketinggian di Pulau Kelapa, gugusan pulu di Teluk Tomori terlihat sangat jelas dan indah. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Dari ketinggian di Pulau Kelapa, gugusan pulu di Teluk Tomori terlihat sangat jelas dan indah. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

Spot keempat yang dikunjungi adalah Pulau Kelapa yang juga tidak jauh dari spot sebelumnya. Di spot ini, peserta diajak sedikit mendaki dengan ketinggian sekitar 100 meter dari permukaan laut dengan kecuraman dakian hingga lebih dari 45 derajat.

Dari atas ketinggian itu, gugusan kepulauan di teluk Tomori itu dapat terlihat dengan jelas. “Kalau ada Raja Ampat di Papua, maka inilah Raja Ampatnya Teluk Tomori,” ujar Ali lagi. Ujaran Ali itu beralasan, karena view yang ditampilkan dari atas bukit di pulau Kelapa itu sangat indah dan bahkan menurutnya meebih kecantikan gugusan pulau Raja Ampat.

Air terjun Mattaruttung di Teluk Tomori. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Air terjun Mattaruttung di Teluk Tomori. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

Spot kelima atau terakhir adalah air terjun Mattaruttung ataud alam bahasa setempat berarti air yang berjatuhan. Lokasi spot ini bahkan hanya sekitar 15 menit dari pelabuhan Kolonodale. Di tempat ini setidaknya ada dua air terjun dengan masing-masing ketinggian sekitar 10 meter.

Di tempat ini tersaji pemandangan yang sangat asri. Air terjun itu dibungkus dengan hutan hujan tropis yang masih sangat asri. Gemericik air yang jatuh dari ketinggian dan aliran air dari sungai kecil menuju laut sangat memesona.

Airnya yang tawar dan cukup dingin menggoda sejumlah peserta trip untuk meletakkan kameranya dan lalu berendam di air tersebut. “Kita akan membangun sejumlah fasilitas public utnuk member rasa nyaman bagi pengunjung ke tempat ini,” imbuh Ali.

Peserta trip foto memeriksa hasil jepretannya sebelum sampai ke dermaga. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Peserta trip foto memeriksa hasil jepretannya sebelum sampai ke dermaga. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Selama 5 jam perjalanan di kelima spot yang ditetapkan, sepertinya tak cukup untuk memuaskan hasrat ekplorasi para fotografer yang ikut dalam kegiatan tersebut. Ali menyebutkan, eksplorasi berikutnya akan dilakukan dengan sekdul waktu yang lebih banyak. Ia berharap kedatangan berikutnya sudah mengubah bentuk spot-spot itu menjadi lebih berdaya tarik, seperti sudah tersedia fasilitas umum yang mendukungnya.

Pemerintah Morowali Utara kata Ali sedang merancang kelima spot itu menjadi salah satu trip wisata di Teluk Tomori. Ia berharap, sejalan dengan pelaksanaan Festival Pesona Teluk Tomori yang juga sedang berlangsung saat itu, maka “jualan” trip wisata Teluk Tomori pada festival mendatang juga sudah dapat dilakukan.

Opa memutar haluan perahunya menuju dermaga pelabuhan Kolonodale yang tampak dari kejauhan. Ombak yang terus menyapu biduk perahu tidak menyurutkan tatapannya ke arah dermaga yang makin dekat. Opa berharap, tahun depan akan makin banyak penumpang yang diangkutnya untuk menyusuri surga-surga yang tersembunyi di Teluk Tomori. (basrimarzuki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here