Dero Persaudaraan di Morowali Utara Dicatat Dalam Rekor MURI

0
33
Ribuan warga memenuhi lapangan Wita Mori dalam dero persaudaraan massal di Beteleme, Morowai Utara, Sabtu (22/10/2016). (Foto: Muh. Iqbal)
Ribuan warga memenuhi lapangan Wita Mori dalam dero persaudaraan massal di Beteleme, Morowai Utara, Sabtu (22/10/2016). (Foto: Muh. Iqbal)

MOROWALI UTARA, beritapalu.NET | Kabupaten Morowali Utara Menciptakan Rekor Dunia dan Tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia MURI, Sabtu 22 Oktober 2016.

Tepat Pukul 15.00 Wita, sekitar 5000 orang masyarakat Morowali Utara menggelar dero massal persaudaraan di lapangan Wita Mori, Beteleme, Kecamatan Lembo, Morowali Utara.

Dero Massal yang melibatkan ribuan orang dan tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia itu merupakan Bagian dari beberapa acara memperngati Hari Ulang Tahun Morowali Utara yang ke3.

Bupati Morowali Utara, Ir Aptripel Tumimomor MT usai menerima piagam Penghargaan dari Perwakilan Muri mengaku Bangga dengan prestasi tersebut. Selain menciptakan Rekor Dunia, Dero massal itu juga sebagai Pengirim pesan damai dari tanah mori untuk dunia.

Bupati Morowali Utara Aprtripel Tomimomor menerima sertifikat Rekor MURI Dero Persaudaraan dari perwalikan MURI. (Foto: Mita)
Bupati Morowali Utara Aprtripel Tomimomor menerima sertifikat Rekor MURI Dero Persaudaraan dari perwalikan MURI. (Foto: Mita)

Pagelaran Dero itu juga menurutnya untuk membuka mata masyarakat di luar sulawesi tengah bahwa Sulawesi Tengah adalah daerah yg aman dan tenteram.

Dero dikalangan masyarakat sulawesi tengah merupakan  tarian pemersatu, bagi masyarakat.

Dero merupakan Tarian yang melambangkan sukacita dan kebahagiaan, dengan ciri bergandeng tangan membentuk lingkaran dan mengayun-ayunkan kaki dengan hentakan dua kali ke kiri dan dua kali ke kanan, sambil bejalan berputar, begitu mengakar bagi penduduk Poso. Gerakan-gerakan itu dilakukan sesuai dengan irama pantun yang saling bersahutan.

dero merupakan Tarian yang biasa dilakukan di tempat yang luas, karena mengajak para penonton atau siapa saja yang datang untuk ikut menari itu pun tetap melekat pada masyarakat di wilayah tersebut secara umum.

Tarian yang juga disebut Tari Pontanu itu tetap dilestarikan hingga kini, sebagai wujud kerukunan dan persahabatan serta dipercaya sebagai kesempatan untuk mendapatkan jodoh.

Kapolres Morowali Utara, AKBP Edward Indarmawan EC, SIk yang juga pengagas acara Dero Persaudaraan mengaku tidak menemui kendala berlebihan dalam persiapan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan kurang lebih 100 personel aparat  gabungan Polri termasuk Brimob dan TNI, sebagai tim pengamanan.

“Ancaman kecil. Potensi gangguan keamanan minim, karena masyarakat mendukung. Dari target tiga ribu peserta kemungkinan akan bertambah, karena antusias masyarakat sendiri”, ujar Edward.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan Wita Mori, Beteleme, Morowali Utara, Sabtu (22/10) melibatkan semua elemen, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan dari 10 kecamatan, termasuk suku terasing, yang ada di Morowali Utara. (iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here