Mobil Wartawan MNC Media Dilempari Batu Oleh Orang Tak Dikenal

0
69
Ilustrasi
Ilustrasi

MAMUJU UTARA, beritapalu.NET | Mobil milik wartawan MNC Media dilempari batu oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (13/10/2016) dinihari. Akibat pelemparan itu, kaca talang air pecah dan penutup mesin mengalami kerusakan.

Kontributor MNC Media  Mamuju Utara, Joni Banne Tonapa yang juga pemilik mobil itu mengatakan, aksi itu terjadi sekitar pukul 2 dini hari tepat depan rumah kontrakannya di Jalan Bandeng, Kelurahan Pasangkayu, Mamuju Utara saat dia dan keluarga sedang istrahat.

Sebelum kejadian, ada teriakan dari jalan dengan menyebut kata-kata tak pantas sekira jam 11 malam. Kemudian sekira pukul 2 dini hari terdengar suara cukup keras akibat lemparan batu dan mengenai mobil yang terparkir di depan rumah.

Belum diketahui jumlah pelaku dan apa motif aksi pelemparan tersebut. Karena itu, ia pun melapor ke Polres Mamuju Utara atas kejadian ini agar bisa diselidiki untuk mengungkap pelakunya.

“Saya tidak tahu apa alasannya sehingga mobil saya dilempar. Saya melaporkan ke pihak berwajib agar kasus ini bisa segera terungkap pelakunya,” kata Joni saat ditemui di kantor Polres Matra.

Kasat Reskrim Matra, Bob Ilham Halomoan Harahap mengatakan pihak kepolisian akan mengusut kasus tersebut.

“Kami belum tahu apakah ada kaitannya dengan pemberitaan kasus sebelumnya, sebab kami masih menylidiki untuk mengungkap pelakunya. Namun kami akan mengusut kasus ini hingga tuntas,” katanya saat wawancara dengan beberapa wartawan, Kamis (13/10/2016).

Sekretaris Komunitas Pers Mamuju Utara (Permata), Andi Aswan menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu dapat mengancam kerja-kerja jurnalistik di daerah ini. Ia berharap kepada pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti laporan dan mengungkap pelakunya demi mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sebab bila tidak, maka tidak menutup kemungkinan kasus yang sama akan menimpa teman wartawan lainnya,” tuturnya saat menemani korban di Polres Matra.

Ia menambahkan, selama ini para wartawan di Mamuju Utara telah melaksanakan fungsinya dengan baik dengan mengedepankan etika jurnalistik yang berdasar pada Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Selain itu, ia menilai kejadian seperti ini bisa diartikan sebagai intimidasi dan mengancam terhadap kebebasan pers bila berkaitan dengan pemberitaan di media.

Senada dengan Aswan, pemilik Radio Sparta FM Pasangkayu Suamin Rahim atau yang lebih dikenal Adam Kawilarang mengungkapkan penyesalannya atas kejadian itu. Menurutnnya, jika ada yang tidak puas dengan pemberitaan, ada hak jawab yang bisa diberikan. (arham bustaman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.