Hapus Stigma Negatif, Danrem 132/Tadulako Luncurkan Buku “Menuai  Damai di Tanah Poso”

0
81
Buku Menuai amai di tanah Poso. Tebal 129 Halaman. Cetakan Pertama 2016. Tim Korem i132/Tadulako
Buku Menuai Damai di Tanah Poso. Tebal 129 Halaman. Cetakan Pertama 2016. Tim Korem 132/Tadulako

POSO, beritapalu.NET | Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah tidak seseram yang dibayangkan orang luar. Poso bukanlah daerah yang tidak aman. Poso pun bukan wilayah yang diliputi dengan tindak kekerasan, militansi dan terorisme.

Itulah yang ingin disampaikan Komandan Resort Militer (Korem) 132/Tadulako Kolonel Inf. Muhammad Saleh Mustafa dalam bukunya yang berjudul “Menuai Damai di Tanah Poso” yang telah diluncurkan sejak 5 Oktober 2016 lalu.

Buku yang dipersembahkan kepada masyarakat Poso melalui Bupati Poso Darmin Sigilipu itu berisi kondisi terkini Kabupaten Poso pasca digelarnya Operasi Teritorial (Opster). Di dalamnya digambarkan bagaimana masyarakat Poso menata hidupnya dengan aman dan damai, jauh dari kesan kekerasan apalagi mencekam.

Tak hanya aktivitas masyarakat Poso yang diceritakan dalam buku setebal 129 halaman itu. Beragam adat istiadat dan kearifan budaya lokal juga disuguhkan sebagai bagian dari denyut Poso secara keseluruhan, tak terkecuali terajutnya kembali suasana kerukunan hidup antarumat beragama yang sempat terkoyak di waktu lalu.

Kata Danrem 132/Tadulako, TNI berperan dalam penciptaan kondisi tersebut di Poso. Opster yang digelar selama tiga bulan telah memberi bukti nyata peran tersebut. Pembangunan kewilayahan dan kemasyarakatan telah berhasil menyedot peran serta masyarakat dan itu sangat positif bagi kondusifnya daerah Poso saat ini.

Pada cetakan pertama, buku itu akan dicetak sebanyak 1000 eksemplar dan sedang didistribusikan, tidak hanya di Poso tetapi juga di seluruh Indonesia. Menurutnya, distribusi keluar itu sengaja dilakukan sebagai bagian dari propaganda bahwa memang Poso sudah sangat kondusif. (mita/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.