Petani Sawit Rio Pakava Lebih Memilih Ikut Harga TBS Sulbar

0
66
Ilustrasi pekerja sawit. (Foto: Antara/Basri Marzuki)
Ilustrasi pekerja sawit. (Foto: Antara/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.NET |Petani sawit di Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala lebih memilih ikut harga Tanda Buah Sawit (TBS) yang ditetapkan Pemprov Sulawesi Barat, karena di tingkat local (Donggala) harga TBS belum ditetapkan.

“Seharusnya kasus harga TBS ini menjadi pelajaran berharga dalam menata ulang skema investasis awit, terutama sektor hilir,” kata Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulteng Muh. Masykur dalam siaran persnya, Selasa (11/10/2016).

Menurut Masykur, kelompok petani sawit di Rio Pakava memutuskan ikut harga TBS  di Provinsi Sulaweai Barat (Sulbar), karena pertimbangan jarak dan akses pada buyer atau pembeli.

Masykur menyebutkan, selain belum adanya kesepakatan harga bersama khusus di Wilayah Kab. Donggala, jarak tempuh pengiriman TBS pada lokasi pabrik cukup jauh sehingga memaksa petani ikut skema harga Sulbar.

Kata Masykur, tidak menutup kemungkinan Produk domestik Sulteng belum maksimal menyumbang pendapatan daerah karena pada titik tertentu membuang potensi pendapatan daerah. Perhitungan secara aglomerasi dari rantai pasokan komoditas secara teori menentukan pada pos mana pemerintah hadir menghemat biaya dan mempercepat akselerasi pembangunan.

Sehingga, kata Masykur, kerjasama pembangunan pada daerah perbatasan provinsi seperti Rio Pakava sudah harus dirancang kerjasama kawasan, lintas desa berbasis peraturan desa untuk membangun kawasan pedesaan sebagai titik-titik pertumbuhan baru.

“Dalam waktu dekat Fraksi Nasdem akan mengundang Bappeda Provinsi Sulteng untuk berdialog mengenai skema pemaksimalan nilai tambah investasi di Sulteng,” sebtu Masykur. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.