Bawa Pil Koplo, Pemuda Asal Balaesang Ditangkap di Kaltim

0
62
Ay (tengah) diserahkan ke ke Polres Kutai Timur setelah ditangkap petugas Lanal Sangatta karena memabwa ribuan pil koplo dari Palu, Sabtu (8/10/2016). (Foto: KLISANGATTA/SUKRI)
Ay (tengah) diserahkan ke ke Polres Kutai Timur setelah ditangkap petugas Lanal Sangatta karena memabwa ribuan pil koplo dari Palu, Sabtu (8/10/2016). (Foto: KLISANGATTA/SUKRI)

SANGATTA, beritapalu.NET | Seorang pria yangbekerja sebagai pedagang sayur berinisial Ay (19) asal Desa Lombonga, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah ditangkap pihak Lanal Sangatta, tepatnya di Posal Tanjung Mangkalihat pelabuhan landas pesisir, Jumat (7/10/2016).

Ay ditangkap dalam operasi Lanal Sangatta saat pasar malam digelar di pelabuhan tersebut karena membawa obat terlarang berupa pil Koplo jenis Yoyo sebanyak 1.940 butir saat bersandar di pelabuhan tersebut dan bermaksud diedarkan di wilayah Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Dikutip dari kliksangatta.com. Ay berangkat dari Palu, Sulteng, membawa barang haram tersebut untuk diantarkan ke seorang jaringan terduga pengedar di wilayah Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Ardiyan lalu diserahkan ke Polres Kutai Timur.

Kepada petugas, Ay menjelaskan bahwa hasil penjualan pil koplo yang dibawanya itu juga akan digunakan untuk membeli narkoba jenis sabu untuk dikonsumsi pribadi. Ia juga mengaku, sabu yang biasa ia dapatkan berasal dari pengedar perempuan lain berinisial E di Derawan. “Kadang-kadang juga saya gunakan bersama dia (terduga pengedar E),” imbuh Ay seperti disebutkan daam laman itu.

“Tempatnya juga berpindah-pindah, kadang saya pakai di tempat E, empang kacang atau pakai sendiri di dalam gudang. Benar Pak, saya berani ditembak di kepala kalau yang saya bilang tidak benar,” ungkapnya kepada seorang petugas kepolisian dari Satreskoba Polres Kutim.

Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Donny Suharto menyatakan, pihaknya meningkatkan pengawasan di perairan tersebut untuk mengantisipasi peredaran narkoba lewat jalur laut.

“Pelaku pengedaran narkoba mulai menyasar pelbagai jalur lain di saat jalur darat yang biasa dilalui mulai diperketat aparat. Jalur laut mulai disasar para pelaku sehingga butuh pengawasan demi menutup ruang gerak mereka,” pungkas Donny. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here