Pemprov Sulteng dan Sulbar Didesak Segera Duduk Bersama

0
105

Selesaikan Konflik Tapal Batas Rio Pakava dan Pasang Kayu

Bekas bentrok di Desa Mbulava Kec. Rio Pakava, Donggala, Selasa (4/10/2016). (Foto: ist)
Bekas bentrok di Desa Mbulava Kec. Rio Pakava, Donggala, Selasa (4/10/2016). (Foto: ist)

PALU, beritapalu.NET | Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulteng Moh Masykur mendesak pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat untuk segera duduk bersama mengambil langkah penyelesaian konflik tapal batas ke dua wilayah.

Desakan itu dikemukakan Masykur terkait terjadinya tindak kekerasan yang melibatkan dua desa perbatasan di Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala dengan Pasangkayu Kabupaten mamuju Utara, Senin (3/10) lalu yang mengakibatkan 4 pondok dan 1 hand tracktor dibakar warga di Desa Bonemarawa.

Menurut Masykur, konflik Pal batas ini sudah tahunan disuarakan warga, namun tak kunjung ditangani serius oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

“Kami sangat menyayangkan terjadinya bentrok ini. Semestinya konflik ini bisa diselesaikan jika Pemda, baik Pemda Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat turun langsung menyelesaikan kasus tersebut,” kata Masykur, Rabu (5/10/2016).

Ia mengaku cukup miris karena berbagai upaya telah dilakukan oleh warga untuk mendesak agar adanya respon dan tindaklanjut dari Pemda, baik Pemda Kab. Donggala maupun Mamuju Utara.  Namun upaya-upaya tersebut tidak menemukan solusi konkret. Sehingga terkesan seolah ada pembiaran dalam berlarut-larutnya konflik ini.

“Apalagi, potensi konflik sudah diberitakan di banyak media, baik cetak maupun online. Sehingga kami menyakini Pemda sudah mengetahui benar kronologi dan duduk kasus di sana. Namun ya, seperti yang kita saksikan bersama, karena lambannya respon kongkrit atas kasus tersebut,  sehingga terjadi apa yang kita kuatirkan selama ini. Kasus itu seperti bara api dalam sekam,” imbuhnya.

Terkait penyerobotan 30 hektar lahan sawah di Desa Bonemarawa oleh Pemda Sulbar melalui Pemda Kab. Mamuju Utara, Mansykur mendesak Gubernur Sulteng untuk melakukan langkah-langkah hukum.

Sebelumnya Masykur sudah menyampaikan perihal potensi terjadinya  konflik Pal batas ini saat pertemuan bersama kelompok tani di Desa Rio Mukti (20/9), seperti di lansir di beritapalu.NET. (baca: PAL Batas Sulteng-Sulbar Butuh Penyelesaian Segera ). (afd)/*)

berita terkait:

Kesal Sawah Dikuasai Preman, Ratusan Warga Bakar 4 Pondok Dan 1 Rumah
Mendagri Turun Tangan Atasi Bentrok Warga Donggala Dan Mamuju Utara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.