Ribuan Guru Unjuk Rasa di Kantor Pengadilan Negeri Buol

0
70

Tuntut Pengalihan Tahanan Rekannya Menjadi Tahanan Kota

Ribuan guru yang berunjuk rasa di Kantor Pengadilan negeri Buol, Kamis (29/9/2016). (Foto: Istimewa)
Ribuan guru yang berunjuk rasa di Kantor Pengadilan negeri Buol, Kamis (29/9/2016). (Foto: Istimewa)

BUOL, beritapalu.NET | Ribuan guru yang terhimpun dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah  melakukan aksi protes dengan mendatangi Kantor Pengadilan Negeri (PN) Buol, Kamis (29/9/2016).

Aksi para guru itu menuntut pembebasan rekan mereka, Nasluddin Mansyur SPd  yang mengajar di SDN 2 Kecamatan Palele yang sedang disidang.

“Selaku lembaga pemerhati kami sangat mendukung langkah aksi damai ini yang tentunya tuntutan teman-teman PGRI bisa menjadi pertimbangan oleh hakim pada persidangan bapak Nasluddin hari ini,” tandas Direktur Lembaga Investasi dan Advokasi untuk Rakyat (LENTORA) Andrie Wawan yang turut bersolidaritas pada aksi tersebut.

Aksi yang dikawal ketat Kepolisian dan Satpol PP setempat itu sempat memanas saat proses negosiasi antara pihak PGRI dan PN Buol berlangsung. Pasalnya, negosiasi yang cukup lama memancing massa untuk memaksa membuka pintu gerbang untuk dibuka.

“Kami meminta kepada pihak keamanan untuk membuka pintu gerbang ini dan mengizinkan kami untuk masuk kedalam halaman pengadilan untuk menyampaikan tuntutan kami” tadas seorang pendemo .

Setelah melakukan negosiasi yang dilanjutkan dengan mengikuti proses persidangan yang ketiga kalinya, majelis hakim yang dipimpin Ridho Akbar menetapkan status terdakwa atas nama Nasluddin Mansyur dialihkan menjadi tahanan kota dari sebelumnya Rumah Tahanan Negara (Rutan) sejak tanggal 29 September 2016 melalui surat penetapan nomor : 66/01/pen.pid/2016/PN.bul.

Setelah proses persidangan berakhir terdakwa Nasluddin Mansyur keluar dari halaman PN untuk menemui massa aksi. “Saya berterimakasih kepada solidaritas PGRI sekab. Buol dan pihak-pihak yang terkait” ucap Nasluddin diatas mobil sound yang didampingi oleh tim negosiasi.

Disaat yang bersamaan Tonang Malonggi yang juga saat ini menjabat selaku ketua pembina PGRI dan Kepala Disdikpora kab. Buol mengatakan, aksi ini juga dijadikan bahan introspeksi diri untuk mengubah paradigma perlakuan kepada anak didik agar peristiwa seperti ini tidak akan terulang lagi di masa yg akan datang. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.