KSNT Berikan Pelajaran Menghormati Kamar Mandi di Sekolah

0
81
Latihan untuk pementasan Penghargaan kepada Kamar Mandi Sekolah. (Foto: istimewa)
Latihan untuk pementasan Penghargaan kepada Kamar Mandi Sekolah. (Foto: istimewa)

PADANG, beritapalu.NET | Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) akan menggelar pertunjukan teater bertajuk Pelajaran Menghormati Kamar Mandi yang diangkat dari naskah lakon karya Karta Kusumah dan disutradarai oleh Desi Fitriana.

Pertunjukan yang produksi teater kedua puluh empat KSNT ini akan digelar di 4 (empat) Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Padangpariaman, yaitu di SMA N 2 Batang Anai, SMA N 1 Batang Anai, SMA N 1 Lubuk Alung, dan SMA N 1 2×11 Kayu Tanam, pada hari Jumat, 23 September sampai dengan Sabtu 24 September 2016.

“Lakon Pelajaran Menghormati Kamar Mandi mencoba menyorot persoalan-persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah secara khusus, dan dunia pendidikan secara umum,” kata Desi Fitriana, Sutradara pertunjukan ini, Selasa (20/9/2016).

“Bagaimana beragam persoalan hadir dan berawal dari dari segenap perbincangan siswa yang terjadi kamar mandi sekolah dan diselesaikan dengan memanfaatkan ruang kamar mandi sebagai ruang berdiskusi dan menggalang aksi. Di sini, saya mencoba menafsir peran kamar mandi sekolah sebagai ruang pribadi sekaligus ruang publik,” kata Desi.

Desi Fitriana juga mengatakan, secara penggarapan artistik, saya mencoba mengekplorasi konsep aktor sekaligus juga sebagai pemusik dan penata ruang permainan dan bangunan panggung. Saya ingin memaksimalkan seluruh beberapa aspek artistik yang bertopang kepada aktor.

“Adegan-adegan berlangsung dengan lebih cair dan juga diselingi dengan beberapa candaan. Ya, harapannya, sebenarnya bagaimana teater bisa menjadi salah satu jalan komunikasi kepada publik, siapa pun publik penontonnya,” tambah Desi Fitriana.

Sementara itu, Mahatma Muhammad, pemimpin KSNT menerangkan, gelaran pertunjukan ini merupakan salah satu bagian program tahunan KSNT, Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS), yang rutin setiap tahun kami selenggarakan sejak tahun 2011.

“Pada empat tahun pertama kami melangsungkan program ini di beberapa sekolah di Padang dan dua tahun belakangan kami memfokuskan ke sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Padangpariaman—kabupaten di mana kami berumah,” kata Mahatma Muhammad selanjutnya.

“Selain sebagai ajang pelatihan, program NTMS dirancang KSNT untuk mendekatkan seni pertunjukan kepada generasi muda. Itulah kenapa kami sengaja membawa langsung pertunjukan ini ke sekolah-sekolah, selain dari strategi membangun iklim apresiasi penonton muda terhadap seni pertunjukan, khususnya teater,” jelas Mahatma Muhammad.

Berbeda dengan pertunjukan KSNT di gedung pertunjukan yang menjual tiket untuk membangun penghargaan dan apresiasi penonton, sejak awal program NTMS dirancang khusus sebagai pertunjukan ruang publik yang tidak berbayar. Pendanaan produksi pertunjukan atau pelatihan seluruhnya dari kas umum KSNT, sekolah hanya perlu menyediakan tempat dan mengkoordinir siswanya sesuai dengan jadwal dan waktu yang dirancang manajemen KSNT.

“Kami tinggal memberikan surat kepada sekolah-sekolah yang mau menerima kehadiran kami tanpa banyak kompromi atau ba bi bu di meja administrasi atau birokrasi sekolah,” tambah Mahatma Muhammad.

Dengan program NTMS, Komunitas Seni Nan Tumpah berharapan, sebagai komunitas yang digagas oleh generasi muda, merasa perlu memberikan sebuah alternatif jalan dan jembatan melawan arus budaya populer yang dengan mudah digandrungi remaja melalui media televisi maupun internet.

Menonton televisi serta memanfaatkan internet adalah hal murah dan menarik hari ini. Melalui televisi dan internet orang bisa mendapatkan banyak hal. Sehingga, saat ini televisi serta internet telah menjadi media massa penting di seluruh dunia.

Namun, apa jadinya ketika tayangan televisi serta pemanfaatan internet tidak tepat guna, menawarkan ‘pembodohan’, dan bukan informasi yang ‘mencerdaskan’. Tidak ingin berpihak, namun salah satu contoh bentuk ‘pembodohan’ yang sangat populer di negara ini adalah tayangan sinetron dan game online.

NTMS perdana diawali KSNT dengan ‘Gerakan Menonton Teater Lebih Baik Daripada Menonton Sinetron’ pada tahun 2011, dengan berkunjung ke beberapa SMA di kota Padang, seperti SMA Ekasakti Padang, SMA Pertiwi 1 Padang, SMA Negeri 2 Padang, SMA Adabiah 2 Padang serta SMA Negeri 3 Padang. NTMS kemudian bergerak ke Kabupaten Padangpariaman pada tahun 2014, dengan membawa pertunjukan ke INS Kayutanam, SMA Negeri 1 Lubuk Alung, SMK Negeri 1 Enam Lingkung serta SMA YDB Lubuk Alung.

Memasuki penyelenggaraan yang ke 6, NTMS 2016 masih akan menyasar sekolah-sekolah di Kabupaten Padangpariaman. Setelah NTMS 2014 dan 2015 KSNT membawa pertunjukan teater yang berjudul Simulasi Bencana Pendidikan, maka program kali ini KSNT akan membawa pertunjukan teater yang berjudul Pelajaran Menghormati Kamar Mandi. (fadhli)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.