Komunitas Perantau Morowali Gelar Diskusi Pilkada 2018

0
87
Suasana diskusi yang digelar komunitas perantau Morowali. (Foto: istimewa)
Suasana diskusi yang digelar komunitas perantau Morowali. (Foto: istimewa)

PALU, beritapalu.NET | Komunitas Perantau Morowali (KPM) menggelar silaturahmi dan diskusi terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Morowali tahun 2018 mendatang.

Koordinator KPM, Jasrin Talib yang dihubungi dari Palu, Kamis mengatakan bahwa KPM merupakan wadah berkumpul bagi anak-anak daerah yang saat ini sedang merantau di ibu Kota Jakarta dan sekitarnya.

“Pertama kali kami menggelar diskusi dengan menghadirkan salah satu bakal calon bupati Morowali, Harry Azhar, Senin lalu,” kata Jasrin.

Lebih lanjut kata Jasrin, Azhar merupakan putra Morowali kelahiran Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, yang terpanggil untuk membangun daerahnya lewat peluang menjadi calon bupati periode 2018-2023 mendatang.

Azhar kata Jasrin, sangat banyak memberikan masukan dan pencerahan mengenai potensi dan sumber daya di Kabupatan Morowali, yang diharapkannya akan menjadi barometer perekenomian Sulawesi Tengah di masa mendatang.

Azhar sendiri berkisah tentang perjalanan karir disebuah perusahaan asing sampai posisi direktur marketing, yang merupakan prestasi yg sangat baik. Tidak puas menjadi salah satu top management di perusahaanya, Azhar kemudian membangun perusahan sendiri dengan mengakuisisi sebagian saham sampai menjadi owner.

“Pencapaian tersebut tidak membuatnya berpuas diri di negeri orang, Azhar ingin kembali membangun daerahnya,” terang Jasrin.

Selain itu, Azhar kata Jasrin mempunyai harapan besar bahwa Morowali mempunyai peluang untuk menjadi daerah yang berkembang melihat sumber daya alam yang sangat melimpah.

Sejumlah pemikiran positif Azhar yang sangat baik menurut Jasrin, yakni pengembagan kelapa sawit yang ada di morowali bahwa sudah waktunya kita melakukan value change dari kelapa mentah menjadi minyak jadi.

Kemudian pengembangan masalah perikanan, dimana di daerah morowali khususnya Bungku Selatan, sudah saatnya melakukan pembangunan pabrik ikan, dimana harga ikan segar dan yang telah dibekukan, jauh lebih bernilai komersil.

Selain itu pengembangan sumber daya manusia yang akan terus ditingkatkan, dengan terus mendorong pendidikan kearah yang lebih baik lagi. Hal tersebut sangatlah penting, untuk terus didorong dan dikawal karena tanpa SDM yang memadai, pengelolaan SDA tidak akan berhasil.

“Kami menamai kegiatan itu dengan KOPI Morowai atau Kongkow Politik Morowali. Itu akan menjadi agenda rutin kami menjelang Pilkada Morowali pada tahun 2018 mendatang, dengan tujuan untuk menjadi wadah pengenalan calon pemimpin di Morowali.” tutup Jasrin. (uzi/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here