Laporan Pemalsuan Surat di Polres Buol Dituding Jalan Di Tempat

0
71
Ilustrasi Dokumen Palsu
Ilustrasi Dokumen Palsu

PALU, beritapalu.NET | Kuasa hukum Sandy Katili, masing-masing Syafruddin A. Datu SH MH dan Mahfud Masuara SH mengeluhkan laporan kliennya tentang pemalsuan surat di Polres Buol yang tereksan jalan di tempat bahkan tidak diseriusi.

“Hingga saat ini penyitaan terhadap  Surat Tanpa Judul bertanggal 15 Januari 2016 tersebut sebagai obyek laporan yang saat ini berada dalam penguasaan perempuan Nurvita Parengkuan belum juga di lakukan penyitaan oleh penyidik Polres Buol,” ujar Syafruddin dalam rilisnya yang disampaikan ke beritapalu.NET.

Kenapa mesti dilakukan penyitaan? Karena katanya, keberadaan surat tersebut, membuat kliennya mengalami kerugian hukum. Kerugian itu pertama, dengan adanya surat tanpa judul tersebut, yang diserahkan ke polres Buol adalah foto Copy yang telah di warmeking oleh notaries, sementara aslinya masih berada dengan terlapor (sesuai dengan pengakuan pada saat menjadi saksi dibawah sumpah di pengadilan Negeri Buol).

“Keberadaan surat ini membuat klien kami menjadi terdakwa, yang saat ini sementara proses pengadilan dengan agenda pemeriksaan saksi. Dalam kasus persetubuhann terhadap anak.  Penting untuk diketahui bersama, keberadaan surat tanpa judul tersebut, yang patut diduga dipalsukan oleh Terlapor. Menjadi unsure penting, sehingga klien kami dapat diproses serta dilimpahkan berkasnya (di P.21-kan) dari Polres ke Kejaksaan Buol,” terannya.

Sebab katanya, dalam proses hukum harus terpenuhi paling sedikit dua alat bukti. Dalam kasus yang dialami oleh klienya tersebut, bukti awal adalah pengakuan saksi korban, kemudian dianggap bukti hukum kedua adalah adanya pengakuan pelaku. Yang tertuang dalam surat tanpa judul yang diduga kuat dipalsukan tersebut.

Kedua lanjutnya,   proses pembuatan surat tanpa judul tertanggal 15 Januari 2016 tersebut syarat dengan rekayasa. Hal ini sebutnya dapat dilihat dari dari alur prosesnya. Para pihak yang bertandatangan di dalam surat tersebut, dikunjungi satu persatu oleh terlapor dikediamannya masing-masing.

Hal ini menurutnya sesuai dengan pengakuan masing-masing saksi dalam persidangan. Kesaksian Idris Lampedu SH (saat itu selaku kuasa hukum terlapor) dan Vony Siayaha (ibu Kandung Pelapor). “Kedua orang ini secara tegas mengatakan dalam persidangan, bahwa mereka dikunjungi di rumah masing-masing oleh terlapor untuk proses penandatangan surat yang di duga Palsu tersebut. Dan keduanya juga mengakui, bahwa ketika mereka bertandatangan di surat tersebut, di atas nama Sandy Katili telah terdapat tandatangan, yang mereka akui tidak mengetahui apakah tandatangan tersebut memang di tandatangani oleh Sandy Katili,” bebernya.

Hal lain menuruntnya yang lebih menarik jika dilihat secara fisik terhadap surat yang di duga palsu tersebut antara lain semua pihak yang bertanda tangan di atas surat tersebut, semua di bubuhi materai, jadi ada 4 orang yang bertanda tangan, maka ada 4 buah Materai yang tertera.

Selain itu, dalam surat tersebut, isinya adalah sejumlah pernyataan atau pengakuan atas suatu perisiwa secara detail, termasuk pencantuman tempat dan waktu yang seolah-olah dilakukan oleh kliennya, sementara surat tersebut tidak berjudul.

Ia mengatakan, ada kurang lebih 5 buah surat yang di buat oleh Terlapor dan ke 5 surat tersebut, aslinya diserahkan kepada Pihak Penyidik, namun untuk surat yang di duga Palsu, hanya foto kopynya yang diserahkan namun aslinya di simpan oleh Terlapor, hal ini patut di duga keras dan sangat mencurigakan.

“Untuk menghilangkan kesan kami yang cenderung subyektif atau setidak-tidaknya agar kami tidak merasa dan menilai bahwa sesungguhnya Penyidik Polres Buol telah bertindak tidak adil dan seolah-olah telah melindungi Perempuan Nurvita Parengkuan, maka dengan tidak mengurangi rasa hormat kami kepada Penyidik Polres Buol untuk segera melanjutkan Penyidikan dengan melaukan penyitaan terhadap Surat Asli yang diduga di palsukan tersebut  sekaligus menetapkan Nurvita Parengkuan sebagai tersangka, mengingat Perbuatannya cenderung telah memenuhi Unsur Pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 263 KUH Pidana, mengingat Surat Tanpa Judul bertanggal 15 Januari 2016 tersebut adalah surat palsu atau surat yang seolah-olah sejati dan secara nyata telah merugikan Klien kami Sandy Katili, karena dengan surat Palsu itulah, Penyidik telah menyusun Resume dan selanjutnya melakukan P21 dan seterusnya hingga klien kami ditetapkan sebagai Terdakwa dan akhirnya di tahan di Rumah Tahanan negara Buol,” sebutnya dalam rilis tersebut.

Ia meminta agar Polres Buol menindaklanjuti dengan serius dugaan pemalsuan surat surat sebagaimana telah dilaporkan dengan nomor laporan berdasarkan laporan Nomor : STPL/63/II/2016/SPKT/Res Buol. Tertanggal 16 Februari 2016.

Ia juga meminta dilakukannya penyitaan surat tertanggal 15 Januari 2016 yang menjadi objek laporan klien kami, yang saat ini masih berada dibawah penguasaan terlapor. Selain itu, agar surat asli tersebut segera dilakukan pemeriksaan dilabfor (Laboratorium forensic)  untuk mengetahui, asli atau tidaknya tandatangan Pelapor selaku kliennya. Dan segera menetapkan status Tersangka kepada Terlapor, karena telah memenuhi unsure perbuatan tindak pidana pemalsuan surat,  atau menggunakan surat palsu. (wan/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.