Mau Ganti Kelamin, Anang Harus Bermohon ke Pengadilan

0
78
Anang saat pulang dari operasi di Surabaya. (Rekian/Radar Kediri)
Anang saat pulang dari operasi di Surabaya. (Rekian/Radar Kediri)

KEDIRI, beritapalu.NET | Anang Sutomo (16) ingin berganti jenis kelamin dari perempuan menjadi laki-laki. Untuk itu, ia yang sudah melakukan operasi kelamin akan memasukkan permohonan ke Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

Dengan demikian, pelajar SMPN 2 Semen yang telah menjalani operasi di RSUD DR Soetomo, Surabaya, asal Desa Selopanggung, Kecamatan Semen ini bisa segera mengurus perubahan nama dan identitas diri di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kediri.

Hakim PN Dwi Nuramanu mengatakan, sebelum mengurus ke kantor disdukcapil, Anang wajib mengajukan permohonan legalitas ke pengadilan. Ini sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni pasal 10 ayat 1 UU Nomor 4/2009 tentang kekuasaan hakim.

“Kami wajib untuk memeriksa dan mengadilinya sebelum diajukan ke disdukcapil,” kata hakim 49 tahun ini dilansir Radar Kediri.

Bukan hanya mereka yang ingin merubah identitas lantaran persoalan medis, namun juga bagi yang ingin mengubah identitas karena hasratnya. Mereka juga wajib untuk disidangkan.

“Pengadilan dilarang untuk menolak memeriksa atau mengadili suatu perkara hanya karena alasan tidak ada hukumnya dan juga tidak jelas,” ucap hakim asal Tulungagung ini.

Karena itu, Nuramanu meminta, Anang bisa mengajukan permohonan setelah masa kerja aktif pascalebaran ini. “Ajukan permohonannya, nanti akan kita lakukan proses persidangan,” jelasnya.

Setelah sidang nanti, Anang baru bisa mengajukan perubahan nama dan identitas dirinya sesuai dengan keputusan hakim. Terkait perubahan identitas diri Anang, Nuramanu mengatakan, sudah ada aturan yang terdapat dalam Undang Undang Administrasi Kependudukan (UU Adminduk).

Yakni UU Nomor 24/2013 tentang perubahan atas UU Nomor 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan. “Dalam undang-undang itu dijelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengubah/mengganti/menambah identitasnya tanpa izin pengadilan,” terangnya.

Karena itu jelas sebelum mengajukan ke disdukcapil, Anang wajib untuk mengajukan permohonan ke pengadilan. Terkait pertimbangan saat proses pengadilan nanti, Nuramanu menyampaikan bahwa pihaknya juga akan mendengar pendapat-pendapat ahli. Mulai dari akademisi di bidang ini, hingga ke keterangan medis yang nanti akan menjadi pertimbangan hukumnya.

Selagi tidak ada masalah dengan persoalan agama dan juga bukan karena hasrat dan nafsu, maka proses sidang bisa berjalan dengan mudah. “Kami bisa cepat memutuskan bila keterangan dari ahli sudah bisa menguatkan,” lanjut pria berkacamata ini.

Sementara itu, dua guru Anang, yakni Luluk Agustina dan Endang Wahyuni, yang sudah siap untuk mendampingi anak didiknya menunggu panggilan dari PN Kabupaten Kediri. “Kalau sudah ada aba-aba maju kami akan dampingi Anang,” ucap Luluk kepada koran ini.

Guru bahasa Inggris ini juga mengatakan, sejak awal anak didiknya secara mental sudah siap untuk segala macam bentuk perubahan yang ada pada dirinya. Sebab hal tersebut sudah sejak lama dinantikan Anang.

“Dia (Anang, Red) begitu antusias dan terus bertanya kapan ke pengadilan,” ujar Luluk. Karena masih harus menuggu, guru yang juga pembina pramuka ini memberikan pengertian yang baik kepada Anang. (radarkediri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.