Bupati Buol “Marah”, Dituding Usir Mahasiswa Saat Buka Puasa Bersama

0
64
Bupati Buol, Amiruddin Rauf
Bupati Buol, Amiruddin Rauf

PALU, beritapalu.NET | Pelantikan organisasi paguyuban mahasiwa Buol yang ada di Gorontalo yang dirangkai dengan buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Buol, Jumat (24/6/2016) berujung pada kemarahan Bupati Buol Amiruddin Rauf yang juga hadir pada kesempatan itu. Bupati bahkan sampai mengusir salah seorang mahasiswa pada saat kegiatan tersebut.

“Jadi begini, Bupati langsung menyuruh ambilalih Humas untuk jadi MC agar dibacakan pelantikan bersama PPMIB-G dan KAMB. Kemudian kita berdebat dengan bapak Bupati, namun ajudannya mengejar saya dan hampir memukul saya. Setelah itu Bupati mengeluarkan statemen apabila kita tidak bisa diatur harus keluar dari asrama”, aku Rispiansyah, mahaiswa yang diusir itu.

Dalam siaran pers yang layangkan oleh pengurus Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Buol-Gorontalo (PPMIB-G) disebutkan, insiden itu menjadi perhatian publik termasuk anggota dewan Buol Bahri Asiki dari Fraksi NasDem.

“Saya kira keliru juga pak bupati, kalau keluarkan stetmen begitu, ini kan asrama milik semua warga Buol, utamanya mahasiswa Buol yang ingin mengenyam pendidikan,” ujar Bahri di group WhatSaap.

“Memangnya dia (bupati) pemilik asrama?” tanya Basri selaku dalam komentarnya di grup tersebut.

Dikabarkan saat ini mahasiswa asal Buol yang berada di Kota Palu dan Gorontalo melakukan konsolidasi dalam menyikapi tindakan arogansi tersebut.

“Apapun peristiwanya, jika terdapat unsur kekerasan kami sangat mengecam perbuatan tersebut. Tindakan bupati Buol yang membiarkan ajudannya untuk mencoba memukul bung Rispi adalah tindakan yang tidak menggambarkan prilaku seorang pemimpin, Intinya kami mendesak Bupati Buol untuk meminta maaf kepada mahasiwa Buol yang ada di Gorontalo melalui media. Jika tidak, mahasiswa punya cara sendiri untuk menyelesaikan insiden ini” sebut Andrie Wawan selaku mahasiwa di Palu

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat malam itu di hadiri oleh  Kabag Umum, Kadis PPKAD, Kadis Kehutanan, Kadis Dikpora, Bagian Kesra berakhir tegang.

Sementara itu, Bupati Buol Amiruddin Rauf yang dikonfirmasi terkait insiden itu membantah jika disebut mengusir mahasiswa. “Bukan diusir, siapa yang mengusir. Jangan putarbalikkan fakta. Yang betul adalah, ada mahasiswa yang tidak ingin dilantik sehingga keluar dari ruangan”, kata Amiruddin dari balik telepon genggam.

Menurut Bupati, Pemkab Buol membangun Asrama Mahasiswa di Buol di Gorontalo untuk seluruh mahasiswa Buol yang ada di Gorontalo, bukan untuk organisasi-organisasi mahasiswa Buol di Gorontalo. Belakangan katanya, seolah asrama itu milik organisasi PPMIB-G dan tidak berkenan jika Kesatuan Aksi Mahasiswa Buol (KAMB) juga hadir dalam asrama tersebut.

“Nah ketika mau dilantik, PPMIB-G tidak setuju jika KAMB juga ikut dilantik, lalu PPIMB-G meninggalkan tempat. Yah saya lantik mahasiswa yang mau saja,” jelas Bupati.

Bupati kembali menegaskan, asrama itu dibiayai dengan dana daerah, dan karenanya seluruh mahasiswa di Buol punya hak untuk memanfaatkannya. “Bukan organisasi yang punya milik itu asrama,” tandasnya. (afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.